Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kasus mesum di halte dekat SMKN 34 Jakarta penuh teka-teki.
Sebab, pelaku pria yang bermesum dengan perempuanya, MA (21), belum ditangkap polisi sejak 20 Januari 2021.
TribunJakarta.com pun telah menyusuri lokasi tempat kejadian mesum sekira beberapa hari.
Sejumlah saksi mata dan warga setempat pun telah TribunJakarta.com wawancarai.
Satu di antara saksi mata, BY, mengatakan pelaku pria yang bermesum itu diduga preman setempat.
"Preman itu," kata BY, saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Kamis (28/1/2021).
Biasanya, kata BY, pria yang diduga preman ini sering berada di sekitar lokasi kejadian, Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Namun, BY enggan menyebut nama pria yang diduga preman ini.
"Pokoknya dia itu preman daerah sini yang saya tahu," ujar BY, nada suaranya tegas.
Tapi setelah kasus mesumnya viral dan dicari polisi, pria diduga preman itu tak pernah muncul di lokasi.
"Nah, setelah polisi ke sini, dia (pelaku pria) tidak pernah terlihat lagi," ujar BY.
"Biasanya siang ada, malam juga ada. Sering ngopi juga kalau di sini. Tapi saya kurang dekat sama itu orang," lanjutnya.
Sementara pelaku perempuan, MA, kerap duduk di halte tersebut.
"Kalau perempuannya memang benar sering duduk. Cuma saya tidak tahu, dia stres atau bagaimana," ujar BY.
Diketahui, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan MA.
Saat konferensi pers pun, MA dihadirkan polisi.
Ketika ditanya polisi perihal telah melakukan beberapa kali mesum, MA menjawab lebih dari sekali.
"Sudah sering. (Saya) tidak dibayar," kata MA, beberapa waktu lalu, di Polres Metro Jakarta Pusat.
MA diduga sedang hamil.
Dugaan polisi muncul saat melihat kondisi MA yang setelah diamankan, perutnya tampak buncit.
Namun, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Jakarta Pusat masih mencari tahu informasi pasti perihal tersebut.
"(Soal dugaan hamil) masih kami dalami juga, ya. Nanti akan dicek," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin, saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021).
"Informasi sekecil apapun akan kami tampung," lanjutnya.
Dia menambahkan, dugaan hamil harus dipastikan lebih dulu.
"Ya kami akan tes juga hamil atau tidak. Harus ada pembuktian, ya. Bukan dugaan saja," jelas Burhan, sapaannya.
• Jasad Wanita Hamil Ditemukan di Sebuah Danau Kawasan Bekasi
• Pengakuan Muncikari Terjun ke Dunia Prostitusi hingga Bisa Rekrut 4 PSK Remaja di Sunter
• Cerita Mantan Pemulung yang Hidupnya Lebih Baik Berkat Aksi Blusukan Mensos Tri Rismaharini
Tes Kejiwaan
MA (21), pelaku perempuan yang bermesum di Halte sedang melakukan tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur.
Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin, saat dikonfirmasi, Rabu (27/1/2021).
Dikatakan Burhanudin, hasil tes kejiwaan MA bakal keluar sekira satu minggu lagi.
"Masih menunggu sekira satu minggu lagi," kata Burhan, sapaannya.
Tes kejiwaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dari MA.
Sebab, polisi berkali-kali memintai keterangannya, tapi MA mengatakan hal yang berubah-ubah.
Kapolsek Senen, Kompol Ewo Samono, mengatakan pihaknya juga kesulitan mendapat keterangan pasti dari MA.
"Saat diinterogasi si pelaku selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah. Jadi sulit dapat informasi yang pasti," kata Ewo, saat dihubungi, di tempat terpisah.
Sebelumnya, Burhanudin mengatakan polisi juga belum mengantongi identitas pelaku pria yang bermesum dengan MA.
"Belum kami kantongi identitasnya. Masih kami lakukan pendalaman," kata Burhan.
Meski begitu, pihak kepolisian masih menggali informasi perihal identitas pelaku tersebut.
"Informasi sekecil apapun kami terima dari masyarakat," ucapnya.
Burhan berharap, pelaku pria yang bermesum ini tidak melarikan diri dan berani bertanggung jawab atas perbuatannya.
"Kepada pelaku, kami harapkan menyerahkan diri. Harus berani bertanggung jawab," tutup Burhan.