Persiapan Belajar Tatap Muka saat Pandemi Covid-19, Banyak Wali Murid SMAN 1 Jakarta Menolak

Gedung SMAN 1 Budi Utomo Jakarta, di Jalan Budi Utomo Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan sistem belajar tatap muka secara langsung pada 100 sekolah di ibu kota, mulai 7 April 2021.

Namun, tiap sekolah negeri maupun swasta wajib mendapatkan restu dari para wali murid atau orang tua siswa.

Misalnya, mayoritas wali murid SMAN 1 Jakarta menolak sistem belajar tatap muka secara langsung saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Persiapan Belajar Tatap Muka, Siswa PAUD hingga Kelas 3 SD Tetap Belajar dari Rumah

"Kami 7 April nanti tidak ada belajar tatap muka karena orang tua murid banyak yang tidak mau," kata Guru Prakarya Wira Usaha SMAN 1 Budi Utomo Jakarta, Agus Styawati, saat dihubungi, Senin (5/4/2021).

Pihak SMAN 1 Jakarta telah mengirimkan kuesioner kepada para wali murid untuk menjawab setuju atau tidak adanya belajar tatap muka. 

"Tapi kebanyakan mereka banyak yang tidak setuju. Karena mungkin belum ada vaksin (Covid-19) saat itu," ucap Styawati, sapaannya.

Kemungkinan, SMAN 1 Jakarta akan menerapkan sistem belajar tatap muka pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.

Namun, pihak SMAN 1 Jakarta akan kembali meminta persetujuan wali murid melalui kuesioner.

Baca juga: Sebelum Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Gubernur Anies Bakal Kebut Vaksinasi Lansia

"Mungkin kami ajukan kembali kuesioner itu kepada wali murid atau orang tua siswa," jelas dia.

Halaman
123

Berita Populer