Antisipasi Virus Corona di Tangsel

418 Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Tangsel Didominasi Lansia, Wali Kota: Mereka Prioritas Vaksin

Virus Corona

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Seiring meningkatnya penularan Covid-19, angka kematian akibat virus ganas itupun terus bertambah di Tangerang Selatan (Tangsel).

Data Dinas Kesehatan Tangsel, sampai hari ini, Rabu (23/6/2021), sudah 418 warga Tangsel menghembuskan napas terakhirnya setelah terinfeksi Covid-19. 

Sementara untuk total kasus Covid-19 di Tangsel saat ini sudah mencapai 12.259 kasus.

Sebanyak 11.127 di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 669 orang masih dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri atau isolasi terpusat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel. 

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengungkapkan, dari 418 warga Tangsel yang meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 77% di antaranya adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Baca juga: Mantap, Orang Nomor 1 di Tangsel Fasilitasi Warga Usia 18 Tahun ke Atas Suntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Pasien Covid-19 Membludak, IGD RSUP Fatmawati Jakarta Selatan Tak Terima Pasien Umum Mulai Hari Ini

Dari 77% itu, mayoritas adalah lansia atau usia 60 tahun ke atas.

"Berdasarkan data, warga meninggal yang disebabkan oleh Covid-19 di Tangsel sebanyak 77% diderita oleh penderita komorbid, dan rata-rata didominasi oleh usia rentan di atas 60 tahun," ujar Benyamin dalam keterangannya.

Hal itu membuat lansia dan pra-lansia (usia 50-60) menjadi target prioritas vaksinasi Covid-19 di Tangsel.

"Itu sebabnya, masyarakat umum lansia dan pra-lansia menjadi prioritas terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksin dari awal mulai sampai dengan saat ini, karena berdasarkan data diatas mereka adalah yang paling rentan," ujar Benyamin. 

Warga Tangsel juga diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Berita Populer