Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Update Covid-19 di Tangsel: Bertambah 112 Kasus, 669 Warga Sedang Berjuang Sembuh dari Covid-19 

Ilustrasi Virus Corona - Hari ini, Rabu (23/6/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah 112 kasus. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Hari ini, Rabu (23/6/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah 112 kasus. 

Jumlah kasus harian itu menjadi yang tertinggi sejak momen libur lebaran pertengahan Mei 2021 lalu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tangsel, total jumlah kasus Covid-19 yang kemarin berjumlah 12.147 kasus, kini menjadi 12.259 kasus.

Dari 12.259 total kasus itu, 669 orang di antaranya masih berjuang melawan Covid-19 dengan dirawat di rumah sakit, isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel.

Sedangkan, 11.172 orang di antaranya sudah sembuh dan 418 orang lainnya meninggal dunia.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, di Kantor DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (21/6/2021). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan, lonjakan kasus tersebut utamanya disebabkan karena mobilitas warga pada perayaan libur lebaran lalu.

Pemkot Tangselpun menerbitkan surat edaran yang memperketat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dari mulai pembatasan jam operasional mal dan restoran sampai pukul 20.00 WIB, hingga pelarangan hajatan.

Pilar tidak ingin lonjakan serupa terjadi pada perayaan Idul Adha yang sudah dekat.

Baca juga: Pemain Kena Covid-19, Dewa United Mundur dari Piala Walikota Solo: Tak Bisa Lawan Kehebatan RANS FC

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lawas Lagu Tercipta Untukku Karya Band Ungu

Baca juga: Gubernur Anies: Rusun Nagrak Khusus OTG, Wisma Atlet Buat Pasien Covid-19 Bergejala

"Di tengah melonjaknya angka kasus aktif pandemi Covid-19 di bulan Juni, kami mengedarkan instruksi Wali Kota untuk menutup semua sarana wisata, membatasi waktu operasional restoran dan Mall ke jam delapan malam, hingga pelarangan kegiatan komunal seperti pesta atau hajatan."

"Tingginya angka covid disinyalir kuat berawal dari gelombang arus mudik dan balik di sebagian warga masyarakat, dan menjadi cluster Lebaran. Kami berupaya keras agar tidak terjadi pelonjakan di Idul Adha," papar Pilar.

Berita Populer