Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Melihat Pembuatan Peti Mati Pasien Covid-19 di Tangerang, Dalam Sehari Pesanan Sampai 500 Buah

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Pabrik peti mati pasien Covid-19 di kawasan Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang yang kebanjiran orderan produksi hingga 500 dalam sehari, Kamis (1/7/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BENDA - Perajin peti mati di Kota Tangerang banjir pesanan sampai membuat mereka kewalahan sejak dua pekan terakhir ini.

Hal tersebut imbas dari meroketnya kasus Covid-19 di Indonesia terutama di Jabodetabek.

Beda dengan periode sebelumnya, untuk tahun ini kasus kematian sangat tinggi bahkan penularannya sangat cepat sekali.

Bukan hanya tenaga kesehatan yang kewalahan, perajin peti mati pun ikutan kena imbas yang terkuras tenaga dan waktunya.

Pantauan TribunJakarta.com di sebuah pabrik pembuat peti mati kawasan Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, misalnya.

Baca juga: Bisa Layani 400 Pelanggan Sehari, Pengusaha Depot Isi Ulang Oksigen di Tangsel Pusing Stok Langka

Hiruk pikuk buruh membuat peti mati jadi pemandangan yang langsung terlihat begitu memasuki pintu gerbang.

Suara bising mesin pemotong kayu dan hembusan serpihannya jadi hal yang wajar bagi buruh dan sopir truk yang membawa peti mati di sana.

Pabrik peti mati pasien Covid-19 di kawasan Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang yang kebanjiran orderan produksi hingga 500 dalam sehari, Kamis (1/7/2021). (TribunJakarta/Ega Alfreda)

Bak kerja rodi kerja tanpa henti, ratusan buruh peti mati tampak sibuk lalu lalang.

Mereka membuat peti mati berwarna putih untuk peristirahatan terakhir korban Covid-19.

Halaman
123