Persija Jakarta

Cerita Kiper Muda Persija Jakarta Tak Tertarik Ikuti Jejak Ayahnya Sebagai Pemain Belakang

Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aksi pemain muda Persija Jakarta, Muhammad Risky Sudirman saat berlaga memperkuat timnya.

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kiper Persija Jakarta Muhammad Risky Sudirman lebih memilih menjadi seorang penjaga gawang dibanding mengikuti jejak ayahnya sebagai pemain belakang.

Anak dari Sudirman asisten pelatih Persija Jakarta itu memiliki kisah tersendiri soal pilihan menjadi kiper.

Pesepak bola 19 tahun tersebut bahkan mengaku sama sekali tidak tertarik untuk menjadi bek seperti ayahnya.

“Entah kenapa, saya sama sekali tidak tertarik menjadi pemain belakang. Malahan, saya adalah seorang striker saat mulai berlatih di sekolah sepak bola (SSB) Villa 2000,” kata Risky pada Senin (5/7/2021) seperti dikutip dari laman resmi Persija.

Posisi penyerang dinilai Risky kala itu lebih menarik karena bisa mencetak gol ke gawang lawan —perihal yang jarang didapat seorang pemain belakang. Ia baru bersalin posisi pada usia sepuluh tahun saat pelatih meminta dirinya mengisi pos kiper.

“Pelatih saat di SSB meminta saya menjadi penjaga gawang karena badan saya tergolong tinggi untuk anak-anak. Jangkauan saya juga dinilai lebih panjang,” ungkapnya.

Perubahan posisi itu rupanya berbuah baik. Belakangan, Risky terus berkembang dan bergabung dengan Elite Pro Academi (EPA) Persija, sampai akhirnya dipromosikan ke tim utama Macan Kemayoran.

Lantas, bagaimana tanggapan sang Ayah atas pilihan posisi Risky?

“Eggak ngomong apapun. Tapi beliau selalu memberi motivasi kepada saya, bahwa sejatinya pilihan apapun tetap baik asal mau berusaha dan bekerja keras,” pungkas Risky, sembari tersenyum.

Seperti diketahui, semasa aktif bermain, Sudirman merupakan salah satu bek tangguh di sepak bola Indonesia. Ia menjadi langganan tim nasional untuk beberapa tahun, bahkan menjadi penentu kemenangan Merah-Putih pada final cabang sepak bola SEA Games 1991.

Baca juga: Tinggalkan Persija Jakarta, Marc Klok Puji Persib Bandung Punya Peluang Terbaik Jadi Juara Liga 1

Baca juga: Jelang Liga 1 2021, Riko Simanjuntak Curhat Pengalaman di Persija Jakarta: Pernah Diejek

Baca juga: Sejarah Emas Persija Jakarta, Klub Peraih Juara Terbanyak di Kompetisi Resmi PSSI

Sudirman bawa Persija Juara Piala Menpora 2021

Persija Jakarta berhasil meraih gelar juara Piala Menpora 2021.

Raihan itu didapatkan setelah Persija Jakarta mengalahkan Persib Bandung dengan skor agregat 4-1 dalam dua leg final Piala Menpora 2021.

Pada leg pertama, Persija Jakarta menang 2-0 atas Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (22/4/2021).

Selanjutnya, Macan Kemayoran kembali membungkam Persib Bandung dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4/2021).

Setelah pertandingan, pelatih Persija Jakarta, Sudirman, mengaku sangat senang bisa membawa timnya menjadi juara Piala Menpora 2021.

Menurutnya, perjalanan Persija Jakarta untuk menjadi yang terbaik di Piala Menpora 2021 ini tidaklah mudah.

"Alhamdulillah kami bisa juara Piala Menpora dan ini suatu hadiah luar biasa," kata Sudirman saat sesi jumpa pers.

Sudirman mengucapkan rasa terima kasih kepada anak-anak asuhnya yang sudah berjuang maksimal saat melawan Persib Bandung.

Ia juga bangga dengan permainan Marc Klok dkk ketika mampu menumbangkan Persib Bandung sebanyak dua kali.

"Para pemain bermain luar biasa dan penuh semangat tinggi."

"Yang penting kami bisa mengalahkan tim rival kami (Persib Bandung) sebanyak dua kali," ucap Sudirman.

Sudirman juga mengucapkan rasa terima kasih kepada The Jakmania yang telah tertib mendukung Persija Jakarta di rumah saja.

Lewat doa dan kritikan di media sosial, Persija Jakarta mampu bangkit dan menjadi juara Piala Menpora 2021.

"Hadiah kemenangan ini juga saya persembahkan ke The Jakmania dan terima kasih atas dukungannya sehingga kita bisa juara," tutup Sudirman. (Persija.id/TribunJakarta.com)

Berita Terkini