Antisipasi Virus Corona di Tangsel

PPKM Darurat Banyak Pelanggaran, Benyamin Naik Pitam: Saya Akan Kunci Kota Tangerang Selatan

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie razia prokes di Jalan Maruga, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (5/7/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, sampai naik pitam lantaran masih banyak warganya yang abai protokol kesehatan.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah berlangsung tiga hari, namun masih ada saja warga yang tidak mau memakai masker.

Terlebih, Benyamin juga teringat akan angka kematian yang meroket, sebulan belakangan.

"Kalau masih seperti ini, saya konci Kota Tangerang Selatan, jangan ada yang keluar rumah. Untuk keselamatan kita, untuk nyawa kita."

Baca juga: PPKM Darurat Hari Keempat, Tak Ada Aksi Geber Motor Lagi di Pos Penyekatan Lampiri Jalan Kalimalang

"Kami enggak suka malam-malam masih di sini tapi apa boleh buat, kita akan lakukan yang terbaik buat warga Tangerang Selatan," kata Benyamin di depan belasan pelanggar protokol kesehatan di kawasan Bundaran Maruga, Ciputat, Senin (5/7/2021).

Menurut Benyamin, kebijakan apapun laik dipertimbangkan demi mengurangi mobilitas warganya.

Penyebaran virus corona sedang tidak terkendali, dan mengakibatkan banyak korban jiwa.

Baca juga: Selama 4 Hari di Bulan Juli, 138 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Tangsel

"Saya akan mempertimbangkan semua kemumgkinan. Intinya kan PPKM Darurat ini membatasi mobilitas pergerakan orang," ujarnya.

Penyekatan yang selama tiga hari PPKM Darurat dilakukan hanya di perbatasan kota, Benyamin akan mengetatkannya lagi sampai ke tingkat kecamatan.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Minta Masyarakat Bersabar Selama PPKM Darurat

"Kalau pelanggarannya masih tinggi, yang disekat itu masuk dan keluar dari Tangsel, tapi tadi saya sudah sampaikan ke beberapa teman-teman, tidak mustahil tingkat kecamatan akan kita lockdown. Akan kita sekat maksudnya. Tergantung perkembangan dari penyebaran Covid-19 ini," kata dia