Polair Gagalkan Penyelundupan 48 Kilogram Bahan Peledak yang Akan Dijadikan Bom Ikan

Konferensi pers ungkap kasus penyelundupan bahan peledak, Rabu (15/9/2021), di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Direktorat Polair Korpolairud Baharkam Polri menangkap pelaku penyelundupan bahan peledak di Perairan Pelabuhan Celukan Bawang, Desa Pengulon, Bali.

Pelaku yang berinisial AMD ditangkap beserta barang bukti puluhan kilogram bahan peledak.

Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Yassin Kosasih mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat tim gabungan Polair mendapatkan informasi terkait penyelundupan.

Kemudian, pada Sabtu (11/9/2021), polisi mendapati keberadaan AMD yang hendak bergerak dari Bali menuju ke Bima, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Ledakan Hebat di Gedung Back Office LRT Jakarta, Tim Gegana Polri Tak Temukan Bahan Peledak

Pelaku ditangkap langsung di atas kapal motor (KM) Nadelyn dengan barang bawaan mencurigakan yang diduga bahan peledak.

"Personel Korpolairud Baharkam Polri gabungan Ditpolair bersama dengan tim Ditpolairud Polda Bali menangkap AMD karena diduga membawa bahan peledak," kata Yassin di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/9/2021).

Setelah dilakukan penggeledahan, didapati bahwa AMD membawa dua kardus minyak goreng.

Polisi kemudian membuka masing-masing kardus dan mendapati barang diduga bahan peledak di dalamnya.

Baca juga: Gandeng Polair hingga KSOP, Meratus Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi

"Ditemukan ebanyak 49 bungkus plastik masing-masing 1 kilogram serbuk warna abu-abu diduga bahan peledak dengan berat total 48,36 kilogram," ucap Yassin.

AMD kemudian dibawa ke Mapolda Bali untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, 49 bungkus bahan peledak yang diamankan dari pelaku dibawa ke laboratorium forensik.

Baca juga: Polair Tangkap 2 Kapal Berbendera Vietnam yang Lakukan Illegal Fishing di Natuna

"Langsung kita lakukan pemeriksaan ke laboratorium forensik Polda Bali. Dinyatakan bahwa bahan yang dibawa AMD ini memang diduga kuat adalah bahan peledak low explosive yang digunakan untuk bom ikan," ucap Yassin.

AMD mengaku akan mengirimkan bahan peledak itu ke seseorang berinisial S di Bima.

Atas perbuatannya AMD dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dan terancam hukuman 20 tahun penjara.