Kopilot Rimbun Air Tinggalkan Istri dan Bayi Berusia 10 Bulan: Sempat Video Call Sebelum Terbang

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Keluarga saat menunjukkan foto semasa hidup Copilot Mohammad Fajar Dwi Saputra di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021).

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Kopilot Rimbun Air Mohammad Fajar Dwi Saputra (26), tewas dalam insiden pesawat jatuh di hutan belantara Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu (15/9/2021) pagi lalu.

Sri Purwati (54) ibunda Fajar mengatakan, Kopilot muda berusia 26 tahun tersebut tewas meninggalkan seorang istri dan bayi laki-laki berusia 10 bulan.

"Sudah menikah, punya seorang putra baru umur 10 bulan," kata Sri saat dijumpai di rumah duka Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021).

Sebagai ayah, Fajar sangat peduli dengan keluarga. Bahkan setiap hendak terbang, ia selalu menyempatkan berkomunikasi dengan istri dan anaknya.

Baca juga: Ibunda Kenang Sosok Co-Pilot Rimbun Air Fajar Dwi, Anak Bontot yang Manja dan Bertanggung Jawab

"Anak saya selalu intens komunikasi, terutama sama istri dan anaknya, jadi setiap dia mau terbang atau landing dia sempatkan video call," ucapnya.

Bahkan sebelum penerbangannya yang terakhir, kebiasaan Fajar menelfon istrinya tetap dilakukan.

Keluarga saat menunjukkan foto semasa hidup Copilot Mohammad Fajar Dwi Saputra di rumah duka, Kampung Bojong Rawa Lele, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Kamis (16/9/2021). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Sri mengatakan, Fajar selalu rindu dengan putra kecilnya. Setiap video call, dia ingin melihat wajah sang anak dan mengetahui kabar keluarga di rumah.

"Karena sedang punya anak kecil ya, lucu-lucunya. Terakhir komunikasi dengan istrinya waktu Jakarta jam 3 pagi ya. Dia mau berangkat terbang itu dia sempat komunikasi video call dengan istrinya," jelas Sri.

Baca juga: Identitas 3 Kru Pesawat Rimbun Air yang Hilang Kontak di Papua Terungkap, Handpone Pilot Masih Aktif

Sebelumnya diberitakan, pesawat Rimbun Air yang hilang kontak sudah ditemukan pada Rabu (15/9/2021), dalam kondisi hancur.

Diketahui, pesawat Rimbun Air sebelumnya hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Nabire pada Rabu pukul 06.40 WIT menuju Bandara Bilogai Sugapa.

Mengutip Kompas.com, pesawat tersebut ditemukan di ketinggian 2.400 meter dengan jarak 5-6 kilometer dari Bandara Bilogari ke arah Distrik Homeyo.

Baca juga: Pesawat Rimbun Air Terjatuh, Sosok Sang Pilot di Mata Tetangga: Supel dan Ramah, Suka Bantu Yatim

"Sudah ditemukan di ketinggian 2.400 meter, jaraknya 5-6 km dari Bandara Bilogai ke arah Distrik Homeyo," ungkap Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, Rabu.

Kru yang ikut dalam penerbangan itu adalah Pilot Mirza, Copilot Fajar, dan seorang teknisi bernama Iswahyudi.

Pesawat bermuatan cargo bahan bangunan itu ditemukan tim SAR pada koordinat 3.44.45 S – 136.59.59 E.