Lapas Tangerang Terbakar

LPSK: Korban Lapas Tangerang Bisa Tuntut Ganti Rugi ke Pelaku Pemicu Kebakaran

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lokasi blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang hangus terbakar dilalap si jago merah menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021).    

"Kalau restitusi berdasarkan klaim korban yang kemudian nanti dihitung nilai kewajaran oleh LPSK. Jadi klaim korban berapa, kemudian hasil penghitungan tim LPSK berapa. Itu yang kami sebut sebagai nilai kewajaran," tuturnya.

Bila permohonan perlindungan disetujui, LPSK bakal berkoordinasi dengan penyidik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara agar korban mendapat hak restitusi mereka.

Lokasi blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang hangus terbakar dilalap si jago merah menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021).     (ISTIMEWA)

Nominal restitusi ini bakal disampaikan pihak LPSK ke JPU, tujuannya agar dalam surat tuntutan meminta Majelis Hakim menjatuhkan putusan kepada terdakwa untuk membayar restitusi.

"Kerugian korban yang dibebankan kepada pelaku. Pelaku adalah mereka yang menjadi terdakwa, jadi perorangan, siapa terdakwanya. Tapi walaupun perorangan juga bisa dibayarkan pihak ketiga," lanjut Edwin.

Hingga kini belum ada anggota keluarga korban yang mengajukan permohonan perlindungan, tapi LPSK menyatakan siap memberikan perlindungan bagi korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Sebagai informasi, dari penyidikan sementara jajaran Ditkrimum Polda Metro Jaya menemukan dugaan tindak pidana unsur kesengajaan dan kelalaian pemicu kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan penyidik mendapati adanya dugaan tindak pidana sebagaimana pasal 187 KUHP tentang kesengajaan dan 188 KUHP tentang kealpaan.

Baca juga: Korban Meninggal Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah Lagi, Total Jadi 49 Narapidana Tewas

"Apabila dipersangkakan pada Pasal 187 dan 188 KUHP maka sampai saat ini penyidik masih dalam proses pendalaman. Yaitu adanya kesengajaan dan juga kealpaan," kata Rusdi, Selasa (14/9/2021).

Bila mengacu KUHP, isi Pasal 187 ayat 1: barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

Isi Pasal 187 ayat 2 KUHP mengatur ancaman hukuman lebih berat, yakni: dipidana penjara paling lama 15 tahun jika karena perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain.

Halaman
123