Luhut Binsar Pandjaitan Laporkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya

Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan strategi penanganan kasus Covid-19, kepada para Epidemiologi secara virtual, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Luhut Binsar Pandjaitan merasa difitnah terkait video di channel Youtube Haris Azhar soal bisnis tambang di Papua.

"Jadi (yang dilaporkan) Haris Azhar dan Fatia," kata Luhut di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Luhut mengaku telah meminta Haris Azhar dan Fatia untuk meminta maaf atas konten video di YouTube yang berjudul 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!'.

Namun, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut permintaan itu tak ditanggapi Haris Azhar dan Fatia hingga akhirnya membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

"Ya karena sudah 2 kali dia nggak mau minta maaf, saya harus mempertahankan nama baik saya dan anak cucu saya," ujar dia.

"Jadi saya kira mereka sudah keterlaluan karena dua kali saya suruh minta maaf nggak mau minta maaf. Sekarang kita ambil jalur hukum, jadi saya pidanakan dan perdatakan," tambahnya.

Ia mengingatkan, kebebasan berpendapat harus disertai dengan rasa tanggung jawab.

"Saya ingatkan tidak ada kebebasan absolut, semua kebebasan bertanggung jawab jadi saya punya hak untuk bela hak asasi saya," tutur Luhut.

Baca juga: Luhut: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 4 Oktober, Pintu Masuk WNA Dibuka dengan Karantina Ketat

Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah meminta bukti-bukti atas tudingan Haris Azhar dan Fatia. Namun, ia menyebut kedua terlapor tidak memilikinya.

"Saya sudah minta bukti-bukti kalau saya seperti yang mereka bilang, tapi tidak ada. Dia juga bilang kalau research tidak ada," kata dia.

Baginya, laporan ini merupakan pembelajaran bagi masyarakat untuk tidak membuat pernyataan yang tidakĀ  bertanggung jawab.

"Saya mau menunjukkan kepada publik supaya manusia-manusia itu yang merasa public figure itu menahan diri untuk memberikan statement-statement tidak bertanggung jawab," pungkas Luhut.