Penembakan Ustaz di Tangerang

Diancam Hukuman Mati Usai Tembak Paranormal di Tangerang, Terkuak 4 Pelaku Dapat Uang Puluhan Juta

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Yogi Jakarta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jumpa pers penembakan Armand di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021).

Apalagi saat tahu kakak iparnya juga pernah disetubuhi oleh Armand pada 2015 lalu.

Menurut Yusri ini yang membangkitkan motif, padahal pelaku sudah tenang.

"Tapi dipicu lagi kakak iparnya yang diduga kuat juga memiliki hubungan khusus dengan korban," tutur Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Baca juga: Penembak paranormal Armand Simpan Dendam 11 Tahun, Istri dan Kakak Ipar Pelaku Disetubuhi Korban

Para tetangga mendiang Ustadz Armand yang ditembak orang tak dikenal pada Sabtu (18/9/2021) (TribunTangerang.com/Andika Panduwinata)

Penembakan yang menewaskan seorang paranormal Armand terjadi pada Sabtu (18/9/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Berdasarkan keterangan saksi mendengar adanya bunyi letusan senjata, kemudian melihat ada korban yang tergeletak dengan kondisi tertembak," ungkap Yusri.

Ketua RW 05, Kecamatan Pinang, Ahmad Mangku menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat Arman pulang Salat Magrib bersama anaknya yang berusia 5 tahun.

Di saat yang bersamaan, terlihat dua pria tidak dikenal duduk di dekat warung di sekitar TKP.

Baca juga: Ibu Pingsan Lihat paranormal Armand Menjerit Kena Tembakan Misterius, saat Sadar Putranya Sudah Meninggal

Menurutnya, dua orang yang diduga sebagai pelaku menggunakan atribut ojek online (ojol).

"Yang saat sebelum kejadian, dua orang itu sudah tiga hari duduk terus di warung. Orangnya itu (pelaku) beli es terus. Pakai jaket ojol," jelas Ahmad saat dihubungi, Minggu (19/9/2021).

Dua orang tersebut menggunakan sepeda motor yang diparkirkan 20 meter dari lokasi penembakan.

Pelaku terekam CCTV

Gerak-gerik terduga pelaku sebelum dan sesudah menembak paranormal Armand (43) terekam CCTV.

Ayah empat anak yang tinggal di sebuah gang di Jalan Nean Saba RT 2 RW 5, Kunciran, Pinang, Kota Tangerang itu tewas ditembak pada Sabtu (18/9/20210) pukul 18.11 WIB. 

Pria yang juga membuka praktik pengobatan alternatif itu lantas dibawa ke rumah sakit , namun nyawanya tidak tertolong.

TribunJakarta.com mendapatkan dua rekaman CCTV yang menggambarkan situasi di depan gang samping rumah paranormal Armand.

Rekaman pertama berdurasi 34 detik pada pukul 18.01 WIB, 10 menit sebelum kejadian.

Baca juga: paranormal di Bekasi Dipepet dan Diacungkan Benda Berbahaya, Tak Berkutik saat Motor Dibawa Kabur

Rekaman kedua berdurasi 10 detik pada pukul 18.11 WIB saat penembakan terjadi.

Pada rekaman pertama, terlihat jelas satu orang naik sepeda motor keluar dari gang samping rumah paranormal Armand.

Beberapa saat kemudian, orang itu turun dan memarkir motornya di dekat tempat duduk yang menempel dengan tembok sekolah.

Terlihat sesaorang terduga pelaku penembakan Armand, berlari kencang pada rekaman kamera pengawas pukul 18.11 di Jalan Nean Saba, Pinang, Tangerang, Sabtu (18/9/2021). (Istimewa)

Diduga orang tersebut adalah terduga pelaku yang membantu pelaku lainnya untuk kabur.

Dia mempersiapkan sepeda motor untuk membawa pelaku lainnya setelah mengeksekusi paranormal Armand.

Sedangkan, pada rekaman CCTV kedua, terlihat satu orang diduga penembak paranormal Armand.

Terduga pelaku tersebut berlari sangat kencang dari dalam gang rumah paranormal Armand menuju jalan.

Saking kencangnya, saat rekaman disetop, tak mampu menangkap sosok terduga penembak Armand.

Baca juga: Mayat Laki-Laki Ditemukan Dalam Semak-semak di Kawasan Patoembak Depok

Tampak terduga pelaku hanya seperti bayangan saja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan pihaknya sudah mendapatkan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

CCTV tersebut merekam kegiatan terduga pelaku penembakan paranormal Armand.

Penembakan Ustaz Armand (43) oleh orang misterius pada Sabtu (18/9/2021) usai salat Magrib di kediamannya Jalan Nean Saba RT 02 / RW 05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (Wartakotalive.com/Nur Ichsan)

"Kita sudah mengumpulkan CCTVnya," kata Yusri melalui sambungan telepon, Kamis (23/9/2021).

CCTV tersebut kini sedang dianalisa untuk mengidentifikasi pelaku.

"Belum (teridentifikasi), masih pendalaman, masih menganalisa, tim masih bekerja di lapangan," beber dia.

Ibunda Jatuh Pingsan

Tori (90) jatuh pingsan ketika mengetahui anaknya, paranormal Armand tewas ditembak.

Saat itu, paranormal Armand berteriak kepada Tori dia kena tembakan. Peristiwa kelabu itu saat Magrib.

Letusan tembakan dari senjata api terduga pelaku begitu keras.

Baca juga: Berurai Air Mata Terima Lamaran Teuku Ryan, Ria Ricis: Insya Allah Saya Siap Jadi Calon Istri Abang

Tori yang tengah terbaring sampai kaget dan langsung terbelalak.

Ia juga mendengar suara kaca pecah.

"Kaca pecah, tembakannya keras banget. Keras tembakannya," kata Tori di kediamannya, Senin (20/9/2021).

Tori (90) ibu korban, di kediamannya bersama almarhum di Jalan Nain Saba, RT 2 RW 5, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Senin (20/9/2021). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Paling membuat Tori sedih adalah teriakan yang muncul setelah letusan tembakan.

Sambil merintih, Tori menceritakan jeritan terakhir anaknya.

"'Ma, ma, saya ditembak. Ma, saya ditembak orang mak," ujar paranormal Armand seperti ditirukan Tori.

Mendengar teriakan Armand dan melihat lukanya, membuat Tori hilang kesadaran.

Ia jatuh pingsan tak sadarkan diri.

"Sayan pingsan, ngegelepak, sudah enggak lihat orang," kata dia.

Terjadi setelahnya, Tori tak benar-benar mengetahui kejadian.

Baca juga: Curhat Jarang Tamu, Raut Wajah dan Kesehatan paranormal Armand Jadi Sorotan Sebelum Meninggal Ditembak

Saat sadar, paranormal Armand sudah dinyatakan meninggal dunia.

Keesokan harinya, pria yang dianggap ustaz oleh warga sekitar itu dimakamkan.

Tori tidak habis pikir perbuatan pelaku terhadap anaknya.

Para tetangga mendiang Ustadz Armand yang ditembak orang tak dikenal pada Sabtu (18/9/2021) (TribunTangerang.com/Andika Panduwinata)

Selama ini ia mengenal anaknya sebagai sosok yang baik dan tidak memiliki masalah dengan orang lain.

"Anak saya mah di rumah bae (saja, red), di rumah bae. Anak saya salah ora (tidak, red)," kata Tori merintih. (*)