Penembakan Ustaz di Tangerang

Tangan Terborgol, Isak Tangis Juragan Angkot Dengar Istri Dinodai Paranormal, Begini Sikap Polisi

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Yogi Jakarta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jumpa pers penembakan Armand di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021).Isak tangis juragan angkot berinisial M yang menjadi dalang penembakan Ustaz Armand ketika dihadirkan polisi pada jumpa pers di Polda Metro Jaya, Selasa (28/9/2021).

Yusri memastikan pihaknya telah mendapat titik terang, termasuk mengantongi identitas pelaku.

"Kami sudah tahu identitasnya, tim masih bergerak di lapangan. Kami akan tindak tegas," ujar dia.

Rogoh Uang Rp 60 Juta

Dalang penembakan Ustaz Armand, M harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk menyewa eksekutor dan joki.

Pelaku M harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk menyewa eksekutor dan joki.

"Total bayarannya adalah Rp 60 juta," kata Kombes Pol Yusri Yunus.

Yusri merincikan biaya M untuk membayareksekutor dan joki berinisial K dan S sebesar Rp 50 juta.

Baca juga: Tak Hanya Modal Nekat, Otak Pelaku Penembakan Ustaz Armand Sewa Eksekutor Rp 60 Juta

Sedangkan tersangka Y yang berperan sebagai penghubung menerima imbalan Rp 10 juta.

"Dibayar dalam 2 tahap  Rp 50 juta untuk eksekutor dan joki, Rp 10 juta untuk penghubung. Menyerahkan pertama Rp 35 juta cash, sisanya memberikan HP," ungkap Yusri.

Ketua RW Terkejut

Ketua RW 05 Kunciran Induh Ahmad Mangku terkejut menerima kabar Ustaz Armand tertembak gara-gara menodai istri pengusaha angkutan umum.

Pasalnya, dalang penembakan berinisial M menyimpan dendam kesumat selama 11 tahun terhadap Armand yang sehari-hari bekerja sebagai paranormal itu.

Armand menodai istri pelaku saat akan memasang susuk di hotel pada tahun 2010.

Korban pun tewas tertembak di kawasan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada pekan lalu.

Ahmad Mangku, Ketua RW 05, Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengaku tak mengetahui peristiwa 11 tahun lalu.

Lokasi penempakan ustaz Alex oleh orang tidak dikenal diduga menggunakan atribut ojek online di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Sabtu (18/9/2021). (ISTIMEWA)

Tapi ia mengaku tidak mengetahui kejadian 10 tahun lalu itu.

"Saya tanyakan kepada keluarga dulu ya, saya enggak tahu," ujar Ahmad kepada TribunJakarta.com, Selasa (28/9/2021).

Ahmad menuturkan saat itu belum mengenal Armand serta belum menjabat sebagai Ketua RW.

"Waktu itu belum di sini, belum jadi RW juga. Nanti saya tanya warga sekitar dulu," tambahnya.

Ahmad pun tak berbicara panjang mengenai keseharian Armand di wilayahnya.

Ahmad hanya memastikan selama menjabat Ketua RW tidak ada kabar menyimpang soal Armand.

Baca juga: DPO Kasus Penembakan Ustaz Armand Diminta Menyerahkan Diri, Polisi: Kami Kasih Waktu 3x24 Jam

"Ente pasti sudah tahulah jawabannya."

"Ya gitu saja nanti saya tanya dulu dari keluarga sama warga apa benar begitu," ucap Ahmad.

Hal yang sama diutarakan keponakan Armand bernama Denhas.

Ia juga tak berkomentar mengenai fakta dibalik aksi penembakan tersebut.

Sebab, pihak kepolisian belum memberitahu soal motif M membunuh Ustaz Arman kepada keluarga.

"Maaf bang kalau soal itu saya belum bisa (berkomentar)," ucap Denhas.

"Soalnya dari pihak keluarga saya belum dapat kabar dari pihak kepolisian," imbuh dia.  (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Ega Alfreda)