Karyawan Ungkap Alasan Gabung Pinjol Ilegal, Baru 3 Bulan Dapat Fasilitas Apartemen: Kerja Cuma Pagi

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Yogi Jakarta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas menunjukkan tersangka dan barang bukti saat ungkap kasus jaringan sindikat pinjaman online (pinjol) ilegal di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/10/2021). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menangkap tujuh tersangka di lima tempat kejadian perkara dengan mengamankan sejumlah barang bukti berupa monitor, modem pool, dan laptop.

TRIBUNJAKARTA.COM - Salah satu karyawan pinjaman online (pinjol) ilegal berinisial AY (20) menceritakan alasannya bergabung di perusahaan tersebut.

Baru tiga bulan kerja, AY rupanya digaji Rp 5 juta dan mendapatkan fasilitas apartemen.

Selain itu, AY mengaku jam kerja di perusahaannya tersebut hanya pagi saja.

Hal tersebut terungkap setelah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menangkap para pelaku terkait kasus pinjol ilegal.

Dua di antara pelaku pinjol ilegal adalah HH (35) dan AY.

HH dan AY ditangkap polisi di dua tempat yang berbeda di kawasan Jakarta.

Di depan awak media HH mengaku, jika dirinya telah bekerja selama sembilan bulan pada perusahaan pinjol ilegal.

Ia mengaku mendapatkan gaji Rp 15 juta per bulan.

Penghasilan HH tentu berada jauh di atas UMR Jakarta yang sebesar  Rp 4.416.186,548.

"Sebelumnya saya wiraswasta. Sudah kerja di pinjol ilegal 9 bulan. Gaji Rp15 juta per bulan," kata HH saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/10/2021).

Halaman
1234