Cerita Kriminal

Apakah Pelaku Mutilasi Kurir Ojol di Bekasi Bisa Tidak Dipidana? Psikologi Forensik Beri Penjelasan

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Yogi Jakarta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TKP Penitipan Motor Mitra di Jalan Stasiun Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang menjadi lokasi pembunuhan mutilasi Ridho Suhendra.

TRIBUNJAKARTA.COM - Apakah pelaku mutilasi kurir ojek online (ojol) di Bekasi, Jawa Barat bisa tidak dipidana?

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel membeberkan penjelasannya terkait pernyataan tersebut.

Reza menyatakan hal itu bisa terjadi apabila mengacu pada motif mutilasi yang dilakukan para pelaku kepada korban Ridho Suhendra (29).

TONTON JUGA

Diketahui, berdasarkan pengakuan dua dari tiga pelaku yang telah ditangkap, mereka dendam dengan korban yang sudah melecehkan istrinya.

Pelaku FM mengaku ia dan istri kerap dihina oleh korban.

Baca juga: Sebelum Kurir Ojol, Ini Kasus Mutilasi di Jabodetabek Selama Pandemi Covid-19: Motif Berbeda Semua

Sedangkan pelaku MAP mengaku selain dihina, istrinya juga pernah dilecehkan dan ditiduri korban.

"Kejam, iya. Tapi bayangkan kekejaman itu dilakukan setelah pelaku dihina-dina dan istrinya dilecehkan.

Sangat mungkin, kalau peristiwa itu benar-benar terjadi, pelaku merasakan tekanan batin dan gelegak amarah sedemikian hebat," kata Reza dilansir dari Wartakotalive.com, Minggu (28/11/2021) malam.

Ridho Aulia, korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Jalan Raya Pantura, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/11/2021). (TribunBekasi.com)

Menurut Reza, yang dirasakan pelaku itu bisa disetarakan dengan guncangan jiwa yang luar biasa hebat sebagaimana Pasal 49 ayat 2 KUHP tentang pembelaan diri.

Halaman
1234