Antisipasi Virus Corona di DKI

Santainya Dinkes atas Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi di Indonesia: Nanti Turun Bertahap

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tangkapan layar video pemakaman TPU Rorotan, unggahan instagram @alivikry, Rabu (7/7/2021).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Angka penularan Covid-19 di DKI Jakarta masih menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Tercatat sampai saat ini, kasus aktif Covid-19 di Jakarta mencapai 21.419 kasus rincian sebanyak 1.082 pasien dirawat di rumah sakit dan 20.337 orang melakukan isolasi mandiri.

Terkait tingginya kasus Covid-19 di Jakarta ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia meminta masyarakat tak panik.

Ia pun optimistis kasus aktif Covid-19 di Jakarta secara perlahan akan turun seiring meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang sembuh.

"Kasus aktif itu kan kumulatif dari semua kasus yang didiagnosis dalam 10 hari terakhir. Sementara tambahan kasus harian DKI masih di angka 2000-an. Memang ini bertahap untuk bisa turun," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/8/2022).

Walau kasus aktif terus naik, DKI Jakarta kini tetap berstatus PPKM Level 1.

Baca juga: Covid-19 Mengganas: 28 RT Masuk Zona Merah, Terbanyak di Jakbar dan Jakut

Oleh karena itu, Dwi mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dan taat dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Hindari kerumunan, cuci tangan yang sering, tetap jaga ventilasi ruangan kalau kita berada di dalam ruangan tertutup," ujarnya.

"Kalau rumusan itu bisa kita kerjakan, maka kasus akan berkurang karena ruang gerak penularannya juga akan berhenti," sambungnya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia di Lapas Narkotika Cipinang, Senin (18/3/2019). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Tak hanya itu, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini juga meminta masyarakat yang belum divaksin untuk segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi Covid-19.

Apalagi, kini vaksin dosis ketiga atau booster juga menjadi salah satu syarat berkegiatan di ibu kota.

"Vaksinasi itu yang mencegah jangan sampai Covid-19 menjadi buruk. Pada saat tertular, peluang untuk mengalami gejala berat menjadi kecil bagi yang sudah mempunyai kekebalan," tuturnya.

 

Halaman
1234