Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut pihaknya tak bisa begitu saja menebang pohon yang ada di dalam Halte Transjakarta Balai Kota.
Hal ini diungkapkan Ariza menanggapi desakan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta pohon tersebut segera ditebang.
"Ada aturannya, enggak sembarangan menebang pohon ya. Ada aturannya," ucapnya di Balai Kota, Kamis (18/8/2022).
Walau demikian, Ariza menenyebut, pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut.
Evaluasi terhadap pembangunan Halte Transjakarta Balai Kota pun akan dilakukan.
Baca juga: Hilang Kendali, Pemotor Meninggal usai Seruduk Pohon dan Angkot di Jalan M Kahfi Jagakarsa
Mengingat atap di halte tersebut sempat roboh beberapa waktu lalu.
"Kalau pohon mengganggu halte, nanti kami lihat seberapa parah atau seperti apa hadirnya pohonnya tersebut. Nanti kami cek," ujarnya.
"Kalau masih bisa dirapikan, ya tentu tidak perlu dipotong," tambahnya menjelaskan.
Sebelumnya, Ketua DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi bakal menelusuri kontraktor yang mengerjakan proyek revitalisasi halte Transjakarta Balai Kota yang ada di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Pasalnya, halte yang berada tepat di seberang IRTI Monas ini mendadak ambruk saat masih dalam proses pembangunan.
"Kami akan koreksi siapa sih pemenang tender di situ," ucapnya saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (1/9/2022).
Politikus PDIP ini makin dibuat heran setelah melihat adanya pohon di dalam halte tersebut.
Padahal, Transjakarta bisa berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk memotong pohon tersebut.
"Kalau memang itu prioritas mau jadi halte kan bisa dipotong. Tapi, ini kan enggak, malah (atasnya) dibuat bolong, pohon hidup," ujarnya.
"Sekarang apa gunanya memang ada pohon di dalam halte? Ya mungkin dia punya pondasi enggak kuat (jadinya ambruk)," ujarnya.
Kronologi Kejadian
Dirut PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Mochammad Yana Aditya menyebut, peristiwa ini terjadi pada 29 Juli 2022 lalu.
Hal ini diungkapkannya dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta yang digelar siang hingga sore tadi.
Ia menyebut, langit-langit di halte tersebut rusak setelah diinjak oleh salah satu pekerja.
"Sekira pukul 17.04 WIB, pekerja menginjak area yang kekuatan rangkanya belum lengkap, karena adanya modifikasi plafon di area pohon," kata dia dalam rapat tersebut.
"Hal ini mengakibatkan plafon turun dan pekerja itu diinstruksikan berpindah ke tempat yang lebih aman," sambungnya.
Akibat kejadian ini, beberapa panel plafon yang dipasang menggunakan interlocking system lepas.
Atas kejadian ini, lokasi tersebut langsung disterilkan guna memastikan tak ada pekerja yang jadi korban.
Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas langsung melakukan pembersihan material dan pengecekan bagian yang rusak.
Transjakarta pun langsung melakukan evaluasi terhadap metode kerja dan perbaikan sistem kerja pemasangan plafon.