Sempat Ditinggal Kader Usai Deklarasikan Anies Jadi Capres 2024, Kini Elektabilitas NasDem Moncer

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase Foto Logo Partai NasDem dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Keputusan NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024 berbuah manis. Elektabilitas meningkat berdasar survei Charta Politika, Selasa (29/11/2022).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Keputusan Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal Capres 2024 berbuah manis.

Meski sempat ditinggal sejumlah kadernya usai deklarasi tersebut, ternyata kini elektabilitas partai besutan Surya Paloh itu terus meroket.

Dari jajak pendapatan yang dilakukan lembaga survei Charta Politika, elektabilitas Partai NasDem pada periode September 2022 sejatinya sempat anjlok di angka 4,8 persen.

Angka ini turun 0,5 persen dibandingkan periode Juni 2022 dimana elektabilitas NasDem berada di angka 5,3 persen.

Kemudian, elektabilitas NasDem langsung meroket di periode November 2022 usai Anies Baswedan dideklarasikan sebagai capres 2024 pada awal Oktober lalu.


Elektabilitas Partai NasDem melonjak di kisaran 6 persen

Sebagai informasi, keputusan Surya Paloh memilih Anies Baswedan sempat menimbulkan polemik di internal Partai NasDem.

Sejumlah politikus senior NasDem yang tak sejalan dengan Surya Paloh satu per satu mundur, seperti pengusaha dan tokoh masyarakat Bali Niluh Djelantik, Wakil Ketua Bidang Hubungan Eksekutif di DPW Partai NasDem Bali Anak Agung Ngurah Panji Astika, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat Andreas Acui Simanjaya.

Kemudian, Sekretaris Garda Pemuda Nasdem DPD Kota Semarang Hanandityo Narendro dan Wakil Sekretaris DPD Partai NasDem Semarang Shafiq Pahlevi Pontoh.

Baca juga: Masih di Bawah Ganjar, Upaya Anies Kerek Elektabilitas Belum Ada Hasil Meski Sebulan Safari Politik

Hal ini pun turut berpengaruh terhadap elektabilitas Partai NasDem di sejumlah daerah.

Elektabilitas Partai NasDem di Jawa Tengah dan Yogyakarta pun turun dari 3,5 persen pada periode September 2022 menjadi 2,5 persen di November 2022.

Pada periode yang sama, elektabilitas NasDem juga turun di Jawa Timur (6,3 persen jadi 5,3 persen); Bali, NTB, dan NTT (3,3 persen jadi 1,7 persen); serta Maluku dan Papua (6 persen jadi 4 persen).

Meski demikian, elektabilitas di daerah lain justru meroket, seperti di Sumatera (5,2 persen jadi 6,8 persen); DKI Jakarta dan Banten (4 persen jadi 5 persen); Jawa Barat (3,3 persen jadi 9 persen); Kalimantan (1,4 persen jadi 7,1 persen).

Halaman
12

Berita Terkini