Cerita Kriminal

Peredaran Narkoba di Kampung Boncos Sulit Diberantas, Kapolsek Palmerah: Ada Cepu, Rapi Mainnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim dan jajarannya merobohkan bedeng liar atau hotel ceban tempat pengguna menikmati narkoba di Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (6/7/2022). Ada banyak alasan pemberantasan narkoba di Kampung Boncos sulit diberantas. Ada cepu yang memberikan informasi hingga jalan tikur melarikan diri.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Ada banyak alasan pemberantasan narkoba di Kampung Boncos sulit diberantas.

Salah satunya, adanya kolaborasi antara warga dan bandar narkoba di kampung tersebut.

Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim mengatakan ada warga yang mau diajak kerjasama dengan bandar sebagai cepu.

"Ada sebagian yang saya perhatikan warga yang dalam tanda kutip sebagai cepunya mereka. Karena yang mau jadi cepu tidak punya pekerjaan," kata Dodi saat ditemui di ruangannya pada Rabu (30/11/2022).

Dodi bercerita saat pihaknya hendak memarkirkan mobilnya di masjid dekat lokasi penggerebekan, sebagian wajah warga sudah menunjukkan gelagat mencurigakan.

Diduga mereka memberitahukan kehadiran polisi yang datang.

Dodi mengatakan target mudah kabur lantaran adanya sejumlah kendala.

Baca juga: Bandar dan Pengguna Narkoba di Kampung Boncos Lihai Kabur: Ada 1.000 Jalan Tikus hingga Banyak Cepu

"Pertama, itu jalan tikusnya banyak. Personel kami hanya 30 orang. Main di tiga titik, kan itu enggak seimbang," katanya saat ditemui TribunJakarta.cim di ruangannya pada Rabu (30/11/2022).

Banyaknya jalan tikus, diakui Dodi, mengaburkan fokus polisi.

Mereka lebih lihai membelah jalanan kampung yang sempit.

Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim, saat ditemui di ruangannya di Polsek Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu (30/11/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Banyaknya jalan-jalan tikus menyulitkan kami untuk beradu cepat menangkap mereka," tambahnya.

Selain itu, banyaknya cepu di kampung itu membuat informasi penggerebekan tersebar cepat.

Polisi baru masuk permukiman itu, mereka sudah melarikan diri.

Halaman
12

Berita Terkini