Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Pria muda inisial IR di Bekasi saat kenalan rajin mengaji dan sholat. Setelah diputus cinta, malah lempar ayam beku ke mantan pacar YR.
Bukan tanpa alasan YR memutuskan IR. Menurut wanita 26 tahun itu, selagi pacaran IR kerap berlaku kasar, suka memaki dan ringan tangan.
Setelah perbuatannya viral, IR atau akrab disapa Eza itu menyesal. Kini, ia sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menyerahkan diri ke polisi.
Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Wijaya Simbolon menjelaskan, pelaku menyerahkan diri setelah pihak kepolisian melayangkan panggilan kepadanya.
"Tersangka ternyata menyerahkan diri pada 24 Desember 2022 ke polsek," kata Herman saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (26/12/2022).
Pelaku datang diantar keluarganya. Di hadapan polisi, pria berinisial IR telah mengakui perbuatannya melempar ayam beku ke YR (26), mantan pacar.
Baca juga: Diduga Tak Dinafkahi, 2 Anak Korban Penganiayaan Ayah di Jaksel Nunggak Bayaran Sekolah 6 Bulan
"Mengakui salah kepada penyidik kemudian kita lakukan pemeriksaan atau gelar perkara, statusnya sudah ditetapkan tersangka," jelas Herman.
IR sudah ditahan di Polsek Pondok Gede dan terancam pidana 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman dua tahun delapan bulan kurungan penjara.
Kronologis Kejadian
YR mengaku mendapat perlakuan mantan pacarnya saat sedang bekerja di daerah Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu (18/12/2022) lalu.
"Kejadian sehabis Magrib di toko saya kerja," kata YR saat dikonfirmasi, Rabu (21/12/2022).
Malam sebelum kejadian, YR dan mantan kekasihnya sempat ribut via pesan WhatsApp dan telepon.
Keributan dipicu YR yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan IR. Ia beralasan telah memiliki kekasih baru.
YR menggunakan dalih sudah memiliki pacar baru untuk bisa putus dari IR setelah berjalan sekira lima bulan.
"Saya bohong (punya pacar baru), biar dia enggak ganggu saya lagi," ungkap YR.
Pelaku tidak bisa menerima dan terus meneror YR melalui pesan whatsapp hingga keluarlah kata-kata bernada ancaman.
"Sudah ribut-ribut, ancaman mau nyamperin ke toko tuh mau bunuh," terang YR.
Tak sampai di situ, hari berikutnya IR mendatangi YR yang sedang bekerja di toko. Pelaku berboncengan dengan temannya.
Baca juga: Ayah Aniaya 2 Anak Kandung, Pengacara Sebut Polisi Baru Minta Hasil Visum Usai Kasus Naik Penyidikan
IR mencoba meyakinkan YR untuk balikan lagi. Siang itu belum ada tindakan kekerasan apapun.
"Akhirnya jam 3 sore saya anterin dia pulang, karena sudah baikan. Habis itu saya balik lagi ke toko untuk setor uang," ucap YR.
Pelaku rupanya belum juga puas. IR masih menuntut YR balikan menjalin hubungan.
YR yang sudah tidak cinta hanya diam saja. Bahkan, dia memblokir nomor sang mantan kekasih.
Tindakan itu rupanya membuat pelaku naik pitam.
Sumpah serapah berupa pesan suara dilontarkan pelaku bahkan sampai akan membunuh.
Selepas Magrib, pelaku datang mengendarai sepeda motor seorang diri ke toko tempat YR kerja.
Dia langsung marah-marah, terbakar cemburu dan meminta YR menunjukkan kekasih barunya.
"Di situ saya langsung ditendang, dipukulin, disiram air, diinjek-injek, dipukul helm," paparnya.
Puncaknya, pelaku membuka freezer di toko lalu mengambil ayam beku dan melemparkannya ke arah YR.
"Kepala saya dan bocor, dia langsung kabur pergi. Saya ditolong ibu-ibu yang mau belanja di toko," ujarnya.
YR melaporkan perbuatan IR ke Polsek Pondok Gede dan polisi langsung menyelidiki.
Kenal Via Facebook
Awalnya, YR berkenalan dengan IR melalui media sosial Facebook.
"Dia awalnya tuh ngajinya rajin, sholat. Pokoknya, anak majelis banget deh," kata YR.
Hubungan berlanjut ke fase pacaran. Gelagat kasar baru terlihat ketika mereka resmi jadian.
YR sudah berulang kali mendapatkan perlakuan kasar. Pelaku sering mengancam, mencaci maki hingga memukul.
"HP (ponsel) saya yang lama hilang soalnya dulu ada bukti banyak dia ngancem saya," ujarnya.
Pelaku diketahui bekerja sebagai teknisi servis AC.