Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tahun ini jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bakal ditambah.
Kebijakan ini diambil setelah Pemprov DKI Jakarta tak jadi melaksanakan program sarapan gratis yang tak mendapat restu pemerintah pusat.
Sehingga, anggaran yang tadinya dialokasikan untuk program tersebut akan dialihkan untuk menambah kuota KJP Plus dan KJMU.
“Dari saat ini 520 ribu (penerima KJP Plus), kami telah memutuskan dengan pengalihan ini menjadi 705 ribu yang akan diterima oleh masyarakat,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Sedangkan untuk penerima KJMU, kuotanya juga akan ditambah dari saat ini 15 ribu menjadi kurang lebih 20 ribu penerima.
Para penerima KJMU pun nantinya tak perlu lagi melakukan daftar ulang setiap tahunnya.
“Orang yang akan kami berikan KJMU tidak dirvaluasi seperti dulu yang setiap tahun. Maka, mereka akan kami buat sampai dengan lulus, tetapi IPK-nya kami syaratkan. Jadi, sampai dengan lulus menjadi tanggung jawab pemerintah Jakarta,” tuturnya.
Pram menyebut, kebijakan ini diambil setelah dalam beberapa tahun terakhir ini bantuan KJP Plus dan KJMU acap kali bikin gaduh masyarakat.
Hal ini tidak terlepas dari kebijakan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang memangkas jumlah penerima KJP Plus dan KJMU.
Sehingga banyak masyarakat yang menjerit akibat tak lagi menerima bantuan pendidikan tersebut.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Baca tanpa iklan