Cara Mengobati Low Back Pain Usai Lakukan Perjalanan Jauh, Begini Kata Dokter

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI SAKIT PINGGANG - Low back pain merupakan suatu kondisi dimana punggung bagian bawah mengalami nyeri. Kondisi ini bahkan terkadang juga menjalar hingga ke pinggang, panggul, sampai bokong dan kaki.

TRIBUNJAKARTA.COM - Low back pain merupakan suatu kondisi dimana punggung bagian bawah mengalami nyeri.

Kondisi ini bahkan terkadang juga menjalar hingga ke pinggang, panggul, sampai bokong dan kaki.

Low back pain atau nyeri punggung bagian bawah bisa terjadi karena beberapa faktor.

Salah satunya, bisa dipicu karena otot yang menegang usai melakukan perjalanan jauh selama berjam-jam, atau duduk terlalu lama.

Namun selain itu, low back pain juga bisa terjadi karena otot di sekitar punggung bawah mengalami cedera, atau masalah serius lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi penderitanya memahami penyebab serta gejala dari low back pain yang dialami.

Spesialis Kedokteran Rehabilitasi Medik dan Fisik yang berpraktik di Eka Hospital Depok, Ertania Nirmala menjelaskan low back pain atau nyeri punggung bawah pada dasarnya bisa disebabkan oleh masalah otot, tulang belakang dan persendian, saraf spinal, atau organ di area punggung bawah.

"Penyebab tersering adalah masalah otot di sekitar punggung bawah yang menegang atau cedera. Apabila dikarenakan otot yang menegang, low back pain akan muncul secara bertahap," kata Ertania.

Low back pain yang terjadi karena otot menegang, biasanya akan muncul gejala secara bertahap. Namun tidak jika disebabkan oleh otot yang cedera.

Low back pain akibat otot yang cedera, biasanya akan muncul rasa nyeri secara tiba-tiba.

Disebutkan, penyebab lainnya dari gejala low back pain seperti artritis atau radang sendi, osteoporosis, skoliosis, masalah saraf seperti saraf terjepit, penyakit batu ginjal, dan lain sebagainya.

Beberapa faktor yang juga dapat memicu timbulnya low back pain, antara lain seperti :

  • Berusia 30-50 tahun.
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Kehamilan.
  • Sering mengangkat beban berat.
  • Melakukan gerakan tiba-tiba yang menyebabkan punggung bawah tertekan, seperti terjatuh.
  • Cedera saat berolahraga.
  • Memiliki kelainan tulang belakang.
  •  Memiliki postur tubuh yang kurang baik, seperti kebiasan membungkuk atau posisi duduk saat bekerja yang kurang baik.

Kebanyakan, low back pain menimbulkan gejala seperti rasa nyeri yang bisa terlokalisir, tumpul, atau menusuk pada bagian punggung bawah. 

Selain itu, beberapa gejala low back pain lain yang juga penting untuk diwaspadai seperti rasa nyeri yang menusuk pada bagian punggung bawah dan bisa jadi menjalar ke bokong, paha, maupun betis, rasa nyeri timbul saat dalam postur tubuh tertentu, kesulitan untuk berdiri tegak atau berjalan, hingga gejala nyeri yang disertai kebas, kesemutan, dan kelemahan tungkai bawah.

Jika sudah memahami gejala tersebut, bagaimana cara mengobatinya?

Pada kasus yang ringan seperti karena otot yang tegang akibat perjalanan jauh, atau kondisi lain, Dokter Ertania mengatakan bahwa low back pain bisa sembuh dengan sendirinya. 

Namun bila rasa nyeri sampai mengganggu aktifitas, pada fase akut low back pain bisa diobati dengan tindakan kompres.

Lakukan kompres dingin di area punggung yang terasa nyeri selama 10 menit. 

Selang beberapa hari kemudian, penderita dapat melakukan kompres hangat pada punggung yang masih terasa nyeri.

Namun bila rasa nyeri tak kunjung reda dan dicurigai terjadi karena masalah serius lain, segera periksakan diri ke dokter.

Biasanya dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi keparahan penyakit tersebut.

Beberapa pengobatan yang bisa dilakukan pada kasus low back pain, diantaranya dengan pemberian obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa nyeri yang timbul, obat pelemas otot untuk mengurangi ketegangan otot pada bagian punggung bawah, hingga fisioterapi atau terapi fisik untuk meningkatkan kekuatan serta fleksibilitas otot.

Pada kasus yang sudah parah, operasi tulang belakang mungkin jadi pilihan penanganan yang dilakukan oleh dokter.

Akan tetapi umumnya kondisi ini terjadi karena disebabkan oleh kelainan struktur tulang belakang parah atau saraf terjepit dan tidak membaik setelah melalui serangkaian pengobatan lain.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berita Terkini