Menuju Kota Global, DPRD Sebut Kualitas Pendidikan di Jakarta Jauh Tertinggal

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SOAL KUALITAS PENDIDIKAN - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menilai, kualitas pendidikan masih jauh tertinggal.

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA PUSAT - Kualitas pendidikan di DKI Jakarta yang tengah dipersiapkan sebagai ‘kota global’ dinilai masih jauh dari kata baik. 

Hal ini dikatakan Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, dia memperingatkan potensi meningkatnya pengangguran jika permasalahan ini tidak segera diatasi.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta 2023, sebanyak 81 persen warga Jakarta hanya berpendidikan SMA ke bawah. 

Rinciannya, 3,46 pesen warga tidak memiliki ijazah, 10,86 persen lulusan SD, 18,48 persen lulusan SMP, 49,18 persen lulusan SMA, dan hanya 18,02 persen yang berhasil menamatkan pendidikan perguruan tinggi.

“Ini menunjukkan kualitas pendidikan kita masih jauh dari ideal. Tidak heran, karena data Dinas Pendidikan DKI mencatat hanya 34,29 persen guru di Jakarta yang lulus uji kompetensi pada 2022,” kata Justin, Kamis (31/7/2025).

Menurut dia, rendahnya kualitas guru berdampak langsung pada mutu pembelajaran yang diterima murid di sekolah-sekolah negeri.

“Kalau guru-gurunya tidak siap, bagaimana murid bisa dapat materi yang bermutu? Akhirnya anak-anak kesulitan saat naik ke jenjang berikutnya,” tegasnya.

Selain masalah guru, Justin juga menyoroti kurikulum yang dinilainya sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri di Jakarta.

“Jakarta sekarang bukan lagi kota industri manufaktur. Ekonominya sudah bergeser ke sektor jasa dan teknologi yang butuh tenaga kerja berkualifikasi tinggi,” ucapnya.

Ia menegaskan, bila kurikulum tidak segera dimutakhirkan, lulusan sekolah negeri di Jakarta akan kesulitan bersaing di dunia kerja.

lihat foto Pendaftaran Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) Tahap II Tahun 2025 resmi dibuka. Para siswa sekolah negeri mauapun swasta di Jakarta kini sudah mulai bisa mendaftar sebagai calon penerimanya. Intip syarat dan waktu pendaftarannya.

“Risikonya jelas, anak-anak kita jadi tidak kompetitif, sulit dapat kerja, dan pada akhirnya pengangguran membludak,” kata Justin.

Justin menilai Pemprov DKI harus bergerak cepat memperbaiki kualitas pendidikan sejak tingkat SD hingga SMA. 

Tanpa itu, peluang warga Jakarta untuk masuk universitas unggul dan dunia profesional akan semakin sempit.

“Kalau kualitas pendidikan di sekolah dasar hingga menengah dibiarkan buruk, anak-anak kita akan kesulitan bersaing di tingkat universitas dan dunia kerja profesional,” pungkasnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Berita Terkini