Pembangunan Septiktank Komunal Biogas Rusun Bidara Cina Ditarget 1,5 Bulan, Bakal Jadi Pengganti Gas

Penulis: Bima Putra
Editor: Rr Dewi Kartika H
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LUBANG SEPTIKTANK DI RUSUN - Proses penggalian lubang untuk pembangunan septiktank komunal biogas pada Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pemkot Jakarta Timur membangun septiktank komunal biogas untuk warga penghuni rumah susun (Rusun) Bidara Cina di Kecamatan Jatinegara.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan pembangunan septiktank komunal biogas dengan mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) ini ditarget rampung kurun 1,5 bulan.

Nantinya biogas dari limbah tinja tersebut ditargetkan akan digunakan sebagai energi alternatif pengganti gas untuk kebutuhan memasak warga, serta energi untuk sumber penerangan.

"Kurang lebih pengerjaan 1,5 bulan. Pemanfaatan biogas untuk UMKM yang ada di Rusun, bisa digunakan sebagai sumber penerangan juga," kata Munjirin saat dikonfirmasi, Senin (18/8/2025).

Pembangunan septiktank komunal biogas pada Rusun Bidara Cina dilakukan karena septiktank yang ada saat ini sudah lama tidak berfungsi sebagai bak penampungan limbah tinja.

Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan septiktank pada Rusun Bidara Cina pun sebelumnya sudah dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada 28 Juli 2025.

Lurah Bidara Cina, Suhartono menuturkan dalam pembangunan septiktank komunal biogas inipihak kelurahan berperan menggali lubang yang digunakan bak penampungan limbah tinja.

"Tugas kelurahan menyiapkan lubangnuya. Saat ini tiga lubang sudah digali sesuai arahan dari PT Swen (perusahaan yang melakukan pembangunan septiktank komunal biogas)," ujar Suhartono.

Sebelum tahap pengerjaan pihak Kelurahan Bidara Cina juga sudah bersurat ke Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI selaku pengelola aset lahan Rusun Bidara Cina.

Diharapkan pembangunan septiktank komunal biogas pada Rusunami Bidara Cina dapat mengatasi masalah sanitasi, sehingga tidak ada lagi warga yang buang air besar sembarangan.

"Saat ini masuk tahap pemasangan biodigester (alat atau sistem yang mengolah limbah menjadi biogas). Rencana barangnya besok dikirim dari Bogor ke lokasi," tutur Suhartono.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Berita Terkini