Tabrakan Kereta di Bekasi
Perkara Perlintasan Sebidang, Dedi Mulyadi: Ilegal atau Resmi Harus Dijaga dan Dipalang!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebut keberadaan perlintasan sebidang ilegal masih jadi masalah. Hal itu terkait tragedi tabrakan kereta di Bekasi Timur.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- Dedi Mulyadi menyoroti perlintasan sebidang ilegal sebagai salah satu faktor penting dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
- Ia menegaskan semua perlintasan, baik resmi maupun ilegal, harus dijaga dan dipasangi palang untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.
- Pemerintah berencana membangun flyover di kawasan padat seperti Bekasi, meski realisasinya bertahap karena keterbatasan anggaran.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Keberadaan perlintasan sebidang ilegal di Jalan Ampera dan Jalan Pahlawan Bulak Kapal Kota Bekasi jadi faktor penyebab yang tak terpisahkan dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan, keberadaan perlintasan sebidang ilegal masih jadi masalah yang cukup banyak dijumpai.
"Perlintasan kemarin, yang pertama, itu kan problem ya di mana-mana, banyak sekali jalan-jalan yang dibangun baru, tetapi bukan lintasan resmi PT KAI," kata KDM saat melayat di rumah duka korban kecelakaan di Tambun Selatan, Bekasi, Rabu (29/4/2026).
KDM menceritakan, permasalahan serupa misalnya terjadi juga di Cirebon. Insiden kecelakaan kereta dengan sopir truk pengangkut air.
Peristiwa tersebut mengakibatkan masinis mengalami luka dan catat permanen, KDM juga sudah melakukan penanganan sementara dengan membuat palang pintu perlintasan.
"Nah sekarang ini seluruh pintu lintasan baik resmi maupun tidak resmi ya harus segera ada pengamannya. Kalau enggak, peristiwa seperti ini akan terus terjadi," jelas dia.
Untuk di Kota Bekasi, khususnya di Jalan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur merupakan daerah cukup padat.
"Memang daerah itu kan daerah padat. Dan di rencana pembangunan Jawa Barat, memang sudah teralokasikan untuk pembangunan flyover," ucapnya.
Hanya saja kata KDM, realisasi pembangunan masih terhambat keterbatasan fiskal Jawa Barat sehingga tidak dapat dilakukan cepat.
"Walaupun memang kita bertahap ya, karena kemampuan fiskal kita sangat terbatas sekarang, Tetapi dengan kebijakan kemarin Bapak Presiden dibangun flyover, ya kita berucap terima kasih banyak," jelas dia.
KDM berharap, kejadian ini kecelakaan kereta tidak terulang kembali setelah ada penyelesaian persoalan perlintasan sebidang.
Dan saya menyampaikan duka yang mendalam. Semoga peristiwa ini adalah peristiwa terakhir," ucapnya.
"Intinya seluruh kelalaian kita dalam melakukan penataan infrastruktur lalu lintas darat, laut, dan udara harus segera dibenahi," sambungnya.
BERITA TERKAIT
- Baca juga: UPDATE Tabrakan Kereta di Bekasi: 14 Tewas 84 Luka, 10 Jenazah Belum Teridentifikasi di RS Polri
- Baca juga: Jejak Vica Hilang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi, Keluarga Cek Data di RS Polri
- Baca juga: Pengakuan Sopir Taksi Hijau, Mobil Terkunci di Rel Sebelum Tabrakan Kereta Bekasi: Jalan Gak Bisa
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita