Situasi Terkini di Kwitang: TNI Tenangkan Massa, Anggota Brimob Dilempari Batu dan Botol

Situasi Terkini di Kwitang: TNI Tenangkan Massa, Anggota Brimob Dilempari Batu dan Botol

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM
SUASANA DI KWITANG - Situasi di sekitaran Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, masih belum kondusif hingga pagi ini, Jumat (29/8/2025). Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pukul 10.15 WIB, penjagaan ketat masih dilakukan di sekitar Mako Brimob Polda Metro Jaya. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Situasi di sekitaran Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, masih belum kondusif hingga pagi ini, Jumat (29/8/2025).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pukul 10.15 WIB, penjagaan ketat masih dilakukan di sekitar Mako Brimob Polda Metro Jaya.

Sejumlah personel TNI pun tampak menenangkan massa yang masih melakukan unjuk rasa di lokasi itu.

Situasi sempat mamanas kala sejumlah massa yang berasal dari pengemudi ojol dan warga melempari Personel Brimob yang berjaga di depan markasnya dengan batu dan juga botol.

Sementara lalu lintas di sekitaran lokasi itu, juga ditutup.

Sebelumnya, situasi di sekitaran Senen Jakarta Pusat memanas usai insiden tewasnya seorang sopir ojek online alias ojol bernama Affan Kurniawan (21) pada Kamis malam.

Affan tewas usai ditabrak mobil baracuda, kendaraan taktis (rantis) milik brimob yang tengah membubarkan massa aksi di Pejompongan.

Detik-detik tertabraknya Affan terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat Affan tidak hanya tertabrak, tubuhnya juga terlindas kendaraan taktis tersebut.

Peristiwa ini sontak menuai kecaman dari masyarakat.

Sebanyak 7 anggota brimob kini sudah ditangkap buntut peristiwa ini.

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengungkap tujuh anggota Brimob itu, ialah polisi berpangkat Kompol hingga Bharaka.

"Jadi ada tujuh (anggota brimob), yang pertama tertangkap Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D," kata Karim di RSCM, Jakarta, Kamis malam.

Karim menjelaskan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing pelaku termasuk mencari tahu siapa sopir yang mengendarai barakuda tersebut.

Ia baru dapat memastikan bahwa tujuh orang itu berada di dalam barakuda yang melindas korban bernama Affan Kurniawan.

"Masih kita dalami siapa yang nyetir, masih kita dalami. Kita masih belum bisa tahu, yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan. Kita dalami perannya bagaimana," ujar Kadiv Propam.

"Tentunya saat ini pelaku sudah kita amankan, yang saat ini dalam proses pemeriksaan gabungan Propam Polri dan Brimob karena pelaku kesatuan asal dari Brimob," ucap Karim.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah instal aplikasi WhatsApp ya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved