Ojol Tewas Ditabrak Rantis

Relawan Prabowo Tim 8 Berduka atas Tewasnya Affan Kurniawan Ojol yang Dilindas Rantis Brimob

Relawan Prabowo sampaikan duka cita atas Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang tewas dilindas rantis Brimob Polda Metro Jaya.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Relawan Prabowo dari Tim 8 menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan (21), driver ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya saat aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Koordinator Nasional Tim 8, Wignyo Prasetyo, mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius.

Menurutnya, jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Kami turut belasungkawa kepada korban dalam benturan demonstrasi beberapa hari belakangan ini, baik dari pihak masyarakat maupun pihak aparat,” ujar Wignyo dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Ia menegaskan, pada dasarnya aspirasi masyarakat yang disampaikan lewat aksi unjuk rasa tidaklah bertentangan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Tuntutan publik, kata dia, justru sejalan dengan upaya pemerintah yang sedang fokus pada efisiensi, transparansi, dan penguatan kepentingan rakyat.

“Pada hakekatnya, tuntutan masyarakat itu sejalan dengan kehendak Presiden dan apa yang sedang dikerjakan Presiden Prabowo. Seperti misalnya program efisiensi dan langkah-langkah lain untuk kepentingan rakyat,” jelas Wignyo.

Lebih lanjut, Wignyo juga mengingatkan agar para penyelenggara negara berhati-hati dalam bersikap maupun berbicara di ruang publik.

Menurutnya, pernyataan yang tidak bijak justru berpotensi memperkeruh suasana dan memicu provokasi di tengah kondisi yang sudah tegang.

“Kami menghimbau kepada para penyelenggara negara agar bijak dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan, agar tidak provokatif,” tegasnya.

Tim 8, lanjut Wignyo, berharap semua pihak, baik aparat maupun masyarakat, dapat menahan diri agar benturan serupa tidak kembali terjadi.

Ia menekankan bahwa keamanan dan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan unjuk rasa.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, sementara aparat juga bisa menjalankan tugasnya tanpa menimbulkan korban,” kata dia.

Hingga kini, kasus meninggalnya Affan Kurniawan masih menjadi sorotan publik.

Aksi massa di sekitar lokasi Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, yang berlangsung pada Jumat (29/8/2025), turut diwarnai bentrokan.

Sejumlah pihak mendesak aparat untuk mengusut tuntas peristiwa yang merenggut nyawa Affan.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved