Kebakaran di Jatipulo Palmerah Disebabkan Kabel SUTET, DPRD DKI Jakarta: PLN Harus Segera Bantu!

Anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menyoroti insiden kebakaran permukiman warga di Jatipulo, dua pekan berlalu belum ada bantuan dari PLN.

Tayang: | Diperbarui:
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta diwarnai interupsi dari Abdul Aziz, politisi PKS itu mendedak PLN segera bantu perbaikan rumah warga korban kebakaran, Senin (1/12/2025). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menyoroti insiden kebakaran permukiman warga di Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, dua pekan berlalu belum ada bantuan dari PLN. 

Dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Aziz menyampaikan interupsi terkait masalah tersebut agar Pemprov segera membantu mengadvokasi, Senin (1/12/2025). 

"Pada tanggal 16 November (2025) yang lalu terjadi kebakaran yang cukup besar, 61 rumah terbakar di titik yang tidak satu titik," kata Aziz. 

Setelah proses penyelidikan, kebakaran rupanya bukan disebabkan karena kelalaian masyarakat melainkan akibat kabel SUTET. 

"Ternyata sebabnya adalah kabel SUTET PLN yang putus. Nah ini lokasinya kalau kita lihat di peta, sekitar jembatan Tomang," jelas dia. 

Pemerintah Provinsi Jakarta sudah bergerak melakukan penanggulangan, sejumlah bantuan sudah diberikan untuk warga terdampak. 

Namun yang disayangkan, sampai saat ini PLN selaku pihak yang harus bertanggung jawab belum memberikan bantuan untuk perbaikan kerusakan rumah. 

"Sampai hari tadi pagi saya telepon Pak RW, Pak RW gimana? Sudah ada bantuan belum dari PLN? Terkait dengan pembangunan rumah-rumah yang terbakar itu. Ternyata sampai sekarang belum," ujar Aziz. 

Aziz menyangkan respons lambat PLN, padahal kebakaran sudah jelas disebabkan akibat kabel SUTET dan merambat ke permukiman. 

"Tidak selayaknya BUMN sebesar PLN menunggu, menunda dua pekan. Untuk memberikan bantuan kepada warga untuk membangun rumah-rumah mereka (warga korban)," ujarnya.

Saat ini, warga terdampak kebakaran harus mengungsi di musala, di rumah tetangga dan bahkan anak-anak masih belum bersekolah karena kondisinya belum pulih. 

"Ini tanggung jawab besar PLN untuk bisa segera menurunkan bantuan tersebut. Saya berharap bahwa ini juga diketahui oleh PLN Pusat," ujarnya.

Dia berharap permasalah ini dapat segera menjadi perhatian, Pemprov DKI Jakarta harus mengakomodir keluhan warga yang menuntut tanggung jawab PLN. 

"Mengadvokasi warga kami di Jatipulo. Agar langsung menghubungi PLN. Agar disegerakan bantuan-bantuan berupa pembangunan untuk rumah mereka," tegas dia. 

Berita terkait

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved