Aksi Jambret Hingga Bikin Mahasiswi Tewas di Kemayoran, Begini Update dari Polisi

Pelaku penjambretan yang menewaskan seorang mahasiswi di Kemayoran, Jakarta Pusat masih diburu polisi.

Tayang:
Istimewa/Shutterstock
Pelaku penjambretan yang menewaskan seorang mahasiswi di Kemayoran, Jakarta Pusat masih diburu polisi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pelaku penjambretan yang menewaskan seorang mahasiswi di Kemayoran, Jakarta Pusat masih diburu polisi.

Insiden penjambretan itu terjadi pada Senin (29/12/2025) malam. 

Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. 

“Sementara masih tingkat lidik (penyelidikan). Pelaku masih diburu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kemayoran Iptu Budi Setiadi saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (2/1/2025).

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku melakukan aksi penjambretan seorang diri.

Namun, kepolisian masih mencari saksi tambahan untuk memperkuat proses penyelidikan.

Pasalnya, saksi kejadian yang juga menjadi salah satu korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka serius.

Sementara itu, korban lainnya, mahasiswi bernama Wulandari, meninggal dunia usai kejadian tersebut.

“(Korban) Meninggalnya setelah dijambret. Terjatuh saat mengejar,” tutur Budi.

Budi juga mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi terhadap jenazah Wulandari.

Kronologi

Budi menjelaskan, peristiwa penjambretan itu bermula saat saksi Muhammad Fakhri Fadlian berboncengan sepeda motor dengan korban Wulandari di Jalan HBR Motik, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat melintas di lokasi, Wulandari diketahui tengah memegang telepon genggam milik saksi untuk membuka aplikasi peta digital.

“Tiba-tiba datang pelaku dari arah kanan menggunakan sepeda motor matik dan langsung merampas handphone yang sedang dipegang korban,” ujar Budi.

Saksi sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, sepeda motor korban dan pelaku bersenggolan hingga kendaraan yang ditumpangi korban kehilangan kendali dan terjatuh.

“Akibat kejadian tersebut, saksi mengalami luka serius di bagian kedua kakinya, sementara korban dinyatakan meninggal dunia,” tambah Budi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved