Singgung MBG, DPRD DKI Jakarta Ingatkan Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan

Ismail mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasi potensi lonjakan harga pangan jelang Ramadan 2026. 

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
ISMAIL BICARA MBG - Anggota DPRD DKI Jakarta Ismail meminta, Pemprov DKI Jakarta memperhitungkan keberadaan program MBG dengan kesiapan stok pangan jelang Ramadan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ismail, mengingatkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengantisipasi potensi lonjakan harga pangan jelang Ramadan 2026. 

Politikus PKS itu mengatakan, dalam waktu dekat DPRD akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh satuan kerja dan BUMD terkait pangan untuk memastikan laporan kesiapan. 

"Seperti biasa, rutinitas tahunan kita, biasanya kita akan ada rapat koordinasi, khususnya kepada SKPD-SKPD dan tiga BUMD yang di bidang pangan untuk mendengarkan laporan persiapan mereka ya, terkait ada potensi peningkatan kebutuhan tersebut," kata Ismail, Kamis (29/1/2026). 

Ismail menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah berjalan masif, kesiapan stok pangan jelang Ramadan tahun ini harus memperhatikan dampak kegiatan tersebut.

"Bedanya persiapan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya itu karena munculnya program MBG," ujar Ismail.

Menurut dia, stok pangan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta bergantung pada distribusi daerah penghasil. 

Program MBG tentu menyerap cukup banyak kebutuhan pangan setiap kali berproduksi, hal ini tentu harus diperhitungkan demi kestabilan stok pangan di pasaran. 

"Ada sesuatu variabel baru nih yang namanya MBG, yang dia juga akan sudah ada kepastian menyedot apa komoditas sembako. Satu sisi itu positif, tapi sisi lain tetap hal ini harus diwaspadai dengan baik, terutama persiapan masuk Ramadan dan Lebaran," tegas Ismail. 

Dalam rapat koordinasi, DPRD akan secara rinci membahas varibel tersebut agar ketersediaan pangan di Jakarta terpenuhi dan lonjakan harga komoditas dapat dikendalikan. 

"Kita tidak hanya mengandalkan laporan dalam rapat kerja, tapi kita biasanya langsung kunjungan lapangan. Karena untuk memastikan yang pertama kepastian terhadap ketersediaan stok dan kepastian terhadap harga, karena kalau tidak, nanti akan terjadi lonjakan yang tidak diinginkan gitu," pungkasnya.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved