Akui Ada Bau, Pramono Anung Batasi Kapasitas RDF Rorotan 750 Ton per Hari
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membatasi sementara kapasitas pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan hingga maksimal 750 ton per hari.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membatasi sementara kapasitas pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan hingga maksimal 750 ton per hari.
Kebijakan ini diambil setelah warga mengeluhkan timbulnya bau busuk menyengat dari RDF Plant Rorotan yang masuk hingga ke permukiman warga.
Produksi Dinaikkan, Bau Mulai Tercium
Pramono menjelaskan, persoalan bau mulai terdeteksi ketika kapasitas RDF Rorotan dinaikkan melebihi 750 ton per hari.
Kondisi ini menjadi evaluasi utama Pemprov DKI Jakarta sebelum fasilitas tersebut dioperasikan lebih besar.
“Memang ketika kapasitasnya 750 ton per hari, itu tidak ada bau. Tapi begitu ini naikkan sampai dengan 1.000, sebagian kecil ada bau,” kata Pramono dikutip Rabu (4/2/2026).
Pemprov Minta Operasi Tidak Lebih dari 750 Ton
Pramono mengatakan, pemerintah telah menggelar rapat khusus dan memutuskan untuk membatasi kapasitas RDF Rorotan tidak lebih dari 750 ton per hari untuk sementara waktu.
“Sehingga dengan demikian kemarin kami sudah rapat secara khusus, saya sudah minta sementara ini untuk komisioningnya tidak lebih dari 750 ton per hari dan digunakan dump truck yang baru,” ucapnya.
Langkah ini diposisikan sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu penyempurnaan sistem operasional.
Meski demikian, ia menegaskan persoalan bau bukan hanya berasal dari proses pengolahan, melainkan juga dari sistem pengangkutan sampah.
Air Lindi Jadi Sumber Masalah Pengangkutan
Menurut Pramono, persoalan utama justru berasal dari air lindi yang tercecer saat proses pengangkutan sampah menuju RDF Rorotan.
Hal tersebut dinilai memperparah keluhan bau di sekitar jalur angkut.
"Tapi persoalan bau yang utama sebenarnya adalah di pengangkutan karena air lindinya yang tercecer kemana-mana,” ujarnya.
Karena itu, Pemprov DKI langsung mengambil langkah cepat untuk menekan dampak tersebut.
Gunakan Truk Baru Produksi 2025
Selain pembatasan kapasitas, Pemprov DKI juga menyiapkan armada pengangkutan baru untuk mengurangi potensi bau dan tumpahan air lindi di jalan.
“Karena secara khusus pemerintah DKI Jakarta melalui dinas LH membuat, menambah truk compactor yang baru yang diproduksi tahun 2025. Itulah yang akan kami gunakan, mudah-mudahan itu juga akan mengatasi jangka pendek,” kata Pramono.
Ia berharap penggunaan truk baru tersebut dapat memperbaiki sistem pengangkutan sampah sekaligus meredam keluhan warga di sekitar RDF Rorotan.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Wanita 54 Tahun Meninggal Dunia Usai Tertimpa Tembok Kontrakan di Koja Jakarta Utara |
|
|---|
| Gubernur Pramono Anung Keliling 4 Negara Asia, Wagub Rano Beberkan Agenda Rahasianya |
|
|---|
| Kebakaran Bengkel di Cengkareng: Api Diduga dari Aktivitas Bakar Sampah, Mobil dan Motor Hangus |
|
|---|
| Cerita Tak Terduga: Motor Hilang di Depan Rumah, Tapi ‘Kembali Sendiri’ Muncul di Depan Pos Polisi |
|
|---|
| Stafsus Gubernur Pramono: Pemprov Jakarta Gelontorkan Hibah Rp 300 untuk Guru Honorer Madrasah |
|
|---|