Jakarta Terbuka bagi Pendatang Usai Lebaran, Pramono Ingatkan Soal Skill dan Kesiapan Kerja

Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi potensi lonjakan pendatang ke Ibu Kota usai Ramadan dan Idulfitri.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
JAKARTA JELANG RAMADAN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama jajaran menggelar konferensi pers terkait persiapan Jakarta menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran 2026. Acara ini diselenggarakan di Balai Kota Jakarta, Gambir, Selasa (10/2/2026. (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mulai mengantisipasi potensi lonjakan pendatang ke Ibu Kota usai Ramadan dan Idulfitri.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Jakarta terbuka bagi siapa pun, namun ia mengingatkan para pendatang agar datang dengan kesiapan dan keterampilan yang memadai.

Hal ini disampaikan Gubernur Pramono usai menggelar rapat pimpinan terkait persiapan Jakarta menyambut bulan suci Ramadan dan Lebaran 2026 di Balai Kota Jakarta.

“Kami telah mengantisipasi dalam rapat tadi, kaai kemudian ada masyarakat yang seperti tahun lalu, begitu selesai Ramadan dan Idulfitri kan banyak yang kemudian mengadu nasib ke Jakarta,” ucapnya, Selasa (10/2/2026).

Tekankan Jakarta Tak Pernah Menutup Diri

Sebagai kota terbuka, Pramono menekankan bahwa Jakarta tidak akan menutup diri bagi pendatang dari daerah mana pun.

Namun, ia juga mengingatkan, keterbukaan itu harus diiringi kesiapan individu yang ingin mengadu nasib di Jakarta.

“Jakarta tidak akan pernah menutup diri bagi siapa lun, Jakarta akan selalu terbuka buat siapa saja,” ujarnya.

Pendatang Diminta Punya Skill dan Keterampilan

Meski terbuka, Pramono mengingatkan agar masyarakat yang datang ke Jakarta sudah mempersiapkan diri dengan baik, terutama dari sisi kemampuan dan keterampilan kerja.

“Kami mengharapkan orang yang datang ke Jakarta kemudian mempunyai skill, kapabilitas, kapasitas untuk bekerja di Jakarta,” tuturnya.

Antisipasi Dampak Sosial Urbanisasi

Hal ini diwanti-wanti Gubernur Pramono karena arus urbanisasi tanpa kesiapan berpotensi memicu persoalan sosial baru, mulai dari pengangguran hingga masalah kesejahteraan.

Karena itu, para pendatang diharapkan datang ke Jakarta tak hanya bermodalkan harapan semata, tapi juga harus memiliki skill dan kemampuan.

“Kami mengharapkan untuk siapa pun yang akan bekerja di Jakarta, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” kata Pramono.

Berita terkait

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved