Siswa SMK dan SMA Ikut Simulasi Dunia Kerja Lewat Program VCI Redea Institute, Ada Penerima KJP
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menekankan pentingnya program seperti VCI bagi masa depan siswa.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Research & Development for Advancement (Redea) Institute menghadirkan program Virtual Company Indonesia (VCI).
VCI merupakan platform simulasi bisnis mendalam bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tahun ini, partisipan program mencakup institusi pendidikan, di antaranya SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Founder dan CEO Redea Institute, Antarina SF Amir mengatakan, lewat program ini para siswa dibekali berbagai keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan dinamika dunia kerja.
Menurut Antarina, tantangan terbesar dalam pendidikan saat ini bukan tentang minimnya informasi, tetapi minimnya implementasi. L
"Banyak yang terbiasa mencari satu jawaban tepat, padahal dunia nyata membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Di sinilah peran penting Redea Institute sebagai jembatan penghubung," ujar Antarina, Kamis (12/2/2026).
Melalui VCI, jelas Antarina, para siswa tidak sekadar menyerap teori, melainkan terjun langsung dalam dinamika pengambilan keputusan bisnis.
"Anda telah mendobrak siklus lama dan melangkah melampaui batasan buku teks," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menekankan pentingnya program seperti VCI bagi masa depan siswa.
"Riset dari University of Arizona menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk sukses membangun usaha dan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi," tutur Nahdiana.
Ia menyebut program ini selaras dengan strategi yang dicanangkan oleh Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam mentransformasi dunia pendidikan.
"Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta berkomitmen penuh pada transformasi vokasi melalui sinergi dan kolaborasi industri," ujar dia.
Adapun peserta didik SMKN yang mengikuti kegiatan ini beberapa di antaranya merupakan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Mereka mampu bersaing secara setara dengan peserta didik dari berbagai sekolah lainnya.
Berita Terkait
- Baca juga: Tanam Ganja di Rumahnya di Jaksel, Konten Kreator AW Modal Rp 150 Demi Impor Alat Produksi
- Baca juga: Terbongkar Konten Kreator AW Tanam Ganja di Rumah:Klaim Tak Dijual, Ngaku Terbiasa Pakai Sejak di AS
- Baca juga: Konten Kreator Inisial AW Ditangkap Polisi, Produksi Ganja di Rumahnya di Jagakarsa Jaksel
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-dki-jakarta-nahdiana-tengah-menggelar-konferensi-pers.jpg)