Cerita Kriminal

BNN Temukan Ratusan Liquid Vape Mengandung Narkotika Dijual Bebas

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menemukan ratusan liquid vape atau cairan untuk rokok elektrik yang beredar di di pasaran mengandung narkotika.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra
LIQUID VAPE - Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI, Brigjen Supiyanto saat memberi keterangan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menemukan ratusan liquid vape atau cairan untuk rokok elektrik yang beredar di di pasaran mengandung narkotika.

Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI, Brigjen Supiyanto mengatakan temuan tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap 438 sampel liquid beredar di pasaran.

Uji laboratorium dilakukan BNN RI ini menggunakan sampel liquid dari cartridge atau wadah tempat liquid, maupun liquid yang dijual dalam wadah kemasan di pasaran secara bebas.

"Hasil penelitian yang kami lakukan dari 438 sampel itu ada 105 atau 23,97 persen itu mengandung narkotika," kata Supiyanto di kantor BNN RI, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/2/2026).

Berdasarkan hasil uji laboratorium BNN RI kandungan narkotika yang ada dalam liquid rokok elektrik itu tergolong narkotika golongan 1 dan golongan 2 sebagaimana UU Nomor 35 Tahun 2009.

Sementara sampel liquid yang dilakukan uji laboratorium berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung. DKI Jakarta, hingga Maluku Utara.

"Jenis narkotika dalam sampel cairan vape ada kokain sebanyak 13 sampel. Ada Methamphetamine atau sabu, MDMB-INACA. Ada MDMB-4en-PINACA. Ada MDMA atau ekstasi," ujarnya.

Menurut BNN dari hasil pemeriksaan terdapat liquid yang sejak awal memang dikemas atau pabrikan memang memiliki kandungan narkotika jenis etomidate, MDMA, dan Koka

Atas hal tersebut Supiyanto menuturkan BNN RI menyebut rokok elektronik khususnya yang jenis vape, rentan digunakan sebagai media penyalahgunaan narkotika.

"Memang yang paling banyak adalah Etomidate. Kenapa ini paling banyak? Karena paling mudah untuk dimasukkan di dalam cartridge maupun disamarkan di dalam botol-botol refill," tuturnya.

Berita Lainnya

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved