Pengendara Harus Waspada, Ada Modus Begal Mengaku Anggota Polisi Beraksi Di Jakbar
Di Jalan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat ada aksi kriminal modus baru yang menyasar para pengendara di malam hari.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Bagi para pengguna kendaraan malam hari diharapkan untuk lebih berhati-hati.
Sebab, di Jalan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat ada aksi kriminal modus baru yang menyasar para pengendara di malam hari.
Hal itu sebagaimana postingan di sejumlah akun Instagram yang menceritakan korban sempat dipepet oleh pelaku yang menggunakan dua sepeda motor sekira pukul 02.30 WIB.
Di mana pelaku kemudian mengaku sebagai anggota buser dan bahkan disebut membawa senjata api senpi guna menakuti korban sebelum melancarkan aksinya.
Untungnya, upaya pembegalan tersebut gagal total setelah tim intel kepolisian yang sedang melakukan patroli rutin melihat gerak-gerik mencurigakan di lokasi dan langsung mendekat ke arah pelaku.
Hal itu membuat pelaku segera melarikan diri tanpa sempat melakukan tindakan kriminal.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, membenarkan adanya peristiwa tersebut yang terjadi pada Rabu (25/2/2026) dini hari.
“Memang malam itu ada orang mau dipepet, tapi karena ada anggota Intel yang curiga dan kemudian datang menghampiri, aksi pembegalan itu tidak jadi dilakukan.
Pelaku langsung pergi sebelum sempat melakukan apa pun,” ujar Alex saat dihubungi, Jumat (27/2/2026).
Menurut Alexander, patroli gabungan secara rutin dilaksanakan setiap malam oleh tim Intel, Reskrim, dan Narkoba untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polsek Grogol Petamburan yang dikenal padat dan rawan kriminal.
Ia mengatakan, patroli yang dilakukan juga diperketat karena saat ini tengah memasuki bulan Ramadhan, di mana potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran, curanmor, atau percobaan kejahatan jalanan lainnya diproyeksikan meningkat.
“Setiap malam memang kami tingkatkan patroli dari Polsek, Polres, hingga Polda. Terutama di daerah rawan seperti Jelambar, supaya kejadian-kejadian kriminal bisa dicegah sejak awal,” tutur Alexander.
Hoaks Soal Korban Perampasan yang Dibacok
Di media sosial juga menyertakan informasi bahwa pada pagi harinya terdapat seorang ibu yang diduga menjadi korban perampasan emas dan mengalami bacokan pada lengannya di lokasi yang sama.
Namun, menurut Alexander, sampai saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
Ia pun menegaskan bahwa info tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum terdaftar di laporan polisi.
“Kalau soal itu, kami belum bisa pastikan apakah benar atau tidak. Karena sejauh ini belum ada laporan apa pun, termasuk soal penganiayaan yang disebut terjadi,” ujarnya.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Alasan Warga di Kelurahan Wijaya Kusuma Jakbar Pilih Buang Tinja Langsung ke Kali: Ogah Ribet! |
|
|---|
| Ketua RT di Jakbar Bongkar Fakta Miris: Warga Ngaku Punya Septic Tank, Ternyata Buang BAB ke Kali |
|
|---|
| Berantas BAB Sembarangan, 150 Titik Septic Tank Komunal Bakal Dibangun di Wijaya Kusuma Jakbar |
|
|---|
| Viral Pemotor Jadi Korban Begal di Rorotan Jakut, Paha dan Tangan Kena Bacok saat Pertahankan Motor |
|
|---|
| Wanita di Jakbar Jadi Korban Jambret Saat Motoran, Pelaku Diduga Sudah Profesional |
|
|---|