Sarinah ‘Tutup Diri’, Pramono Anung Curhat JPO Thamrin Tak Bisa Tembus Langsung ke Mal

JPO Halte Transjakarta MH Thamrin tak terhubung dengan Mal Sarinah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ungkap harapannya.

Tayang:
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar
JPO RAMAH DISABILITAS - Gubernur Pramono Anung saat meresmikam JPO Sarinah pada Senin (2/2/2026). Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike menilai, keberadaan fasilitas tersebut menjadi model layanan publik inklusif ramah disabilitas. (Yusuf/Bachtiar/TribunJakarta). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap keinginannya agar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Transjakarta MH Thamrin dapat terhubung langsung ke dalam pusat perbelanjaan Sarinah.

Namun hingga kini, akses tersebut belum terwujud karena pihak pengelola Sarinah ‘menutup diri’ dengan dalih mempertahankan status bangunan sebagai heritage atau cagar budaya.

“Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke Sarinah. Tetapi kan Sarinah ini heritage, cagar budaya. Sehingga mereka masih ingin mempertahankan itu,” ucapnya, Senin (2/3/2026).

Akses Langsung Dinilai Menguntungkan

Menurut Pramono, jika akses langsung itu terealisasi, tidak hanya memudahkan pejalan kaki dan pengguna transportasi umum, tetapi juga menguntungkan pihak Sarinah sendiri.

“Sebab kalau ini bisa masuk di Sarinah, bagi Sarinah juga menguntungkan,” ujarnya.

Ia menyebut, konsep integrasi tersebut lazim diterapkan di berbagai kota besar, di mana fasilitas transportasi publik terhubung langsung ke pusat perbelanjaan atau gedung perkantoran.

Namun untuk saat ini, desain JPO masih berakhir di trotoar kawasan MH Thamrin tanpa koneksi langsung ke dalam gedung.

Pemprov DKI Akan Jajaki Ulang

Meski demikian, Pramono tak mau menyerah dan tidak menutup kemungkinan opsi tersebut dibahas kembali. 

Ia mengaku telah meminta jajarannya untuk menindaklanjuti komunikasi dengan pihak Sarinah.

“Tetapi tadi saya diskusi dengan Pak Asisten Pembangunan untuk dijajaki kembali apakah mereka bersedia kalau kemudian ini kita teruskan sampai dengan masuk di Sarinah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan alasan pembangunan JPO saat ini belum terintegrasi langsung.

“Ini dilakukan seperti ini karena memang mereka masih belum bersedia untuk membuka diri. Tetapi saya sudah meminta kepada Pak Asisten Pembangunan untuk ini ditindaklanjuti,” tuturnya.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved