Tak Cuma Kejar Proyek, BUMD Jakpro Bakal Bertransformasi Jadi ‘City Master Developer’ Jakarta

Jakpro mulai siapkan transformasi besar dalam perannya di Jakarta. Kini diarahkan menjadi City Master Developer.

Tayang:

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Perusahaan daerah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mulai menyiapkan transformasi besar dalam perannya di Jakarta

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu kini diarahkan menjadi City Master Developer, yaitu entitas yang mampu mengorkestrasi pembangunan kota secara terpadu.

Transformasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Jakarta menjadi kota global yang maju, berdaya saing, dan inklusif.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan perusahaan tidak hanya dituntut menyelesaikan proyek pembangunan, tetapi juga memastikan setiap proyek memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

“Jakpro tidak hanya memastikan proyek dapat diselesaikan dengan baik, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan secara terukur. Karena itu, laporan keberlanjutan menjadi instrumen penting untuk memastikan akuntabilitas dan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh lini bisnis,” ujar Iwan dalam keterangannya.

Jakpro Punya Posisi Strategis

Sebagai BUMD yang mengelola sejumlah proyek infrastruktur dan aset strategis milik daerah, Jakpro memiliki peran ganda.

Di satu sisi, perusahaan menjalankan penugasan pembangunan publik yang berdampak luas bagi masyarakat. 

Di sisi lain, Jakpro juga dituntut menjaga kinerja bisnis agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Karena itu, perusahaan menyusun peta jalan jangka panjang yang dimulai dari penguatan fondasi organisasi dan tata kelola perusahaan.

Tahapan berikutnya adalah mengaktifkan dan mengembangkan kawasan terintegrasi hingga akhirnya mengonsolidasikan berbagai portofolio kawasan yang dikelola secara profesional.

Kinerja BUMD Tak Hanya Dilihat dari Laba

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefullah Hidayat mengatakan kinerja BUMD seperti Jakpro tidak bisa hanya dinilai dari capaian keuntungan tahunan.

“Dalam kerangka pembinaan BUMD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menilai kinerja BUMD semata dari capaian laba tahunan. BUMD seperti Jakpro menjalankan penugasan strategis dengan karakter investasi jangka panjang,” ujarnya.

Karena itu, kinerjanya perlu dibaca secara utuh, meliputi tata kelola, keberlanjutan usaha, pengelolaan risiko, serta kontribusinya terhadap pembangunan kota,” sambungnya

Ia menambahkan, transformasi Jakpro menjadi City Master Developer juga berkaitan dengan upaya memperkuat pengelolaan aset dan investasi milik daerah.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan model bisnis, melainkan bagian dari upaya memastikan aset publik dan investasi daerah dikelola secara profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial yang berkelanjutan bagi Jakarta,” tuturnya.

Dorong Kawasan Berbasis Transportasi

Dalam peran barunya, Jakpro juga akan fokus mengembangkan kawasan berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD).

Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara lebih merata.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo menilai peran Jakpro perlu dipahami dalam konteks pembangunan kota secara menyeluruh.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang Jakpro sebagai instrumen strategis kebijakan pembangunan kota. Kontribusinya tidak hanya diukur dari satu proyek atau satu angka keuangan, tetapi dari bagaimana pembangunan tersebut memperkuat mobilitas, kualitas ruang kota, daya saing ekonomi, serta positioning Jakarta di tingkat global,” kata Prastowo.

Menurut dia, dampak pembangunan kota sering kali baru terasa dalam jangka panjang dan melibatkan banyak sektor.

“Keberhasilan pembangunan kota harus dibaca secara holistik, melihat dampak ekonomi makro, sosial, lingkungan, serta manfaat jangka panjang bagi warga. Dalam kerangka itulah, transformasi Jakpro sebagai City Master Developer menjadi relevan dan strategis bagi masa depan Jakarta,” ujarnya.

Dukung Target Net Zero Emission 2050

Selain mengembangkan kawasan terintegrasi, Jakpro juga mengklaim akan menerapkan standar lingkungan internasional dalam setiap proyeknya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung target net zero emission Jakarta pada 2050.

“Peluang Jakarta untuk menjadi pusat ekonomi global sangat besar. Jakpro hadir untuk memastikan pembangunan fisik tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terorkestrasi dalam satu kesatuan ekosistem kota yang kohesif dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup warga,” kata Iwan.

Memasuki 2026, Jakpro mengusung tema strategi “Foundation First & Grow Together” sebagai landasan penguatan fondasi bisnis sekaligus optimalisasi pengelolaan aset daerah agar memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi Jakarta.

BERITA TERKAIT

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved