Gubernur Jakarta Mau Bangun 3 PLTS: Mampu Olah 7.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mengusulkan pembangunan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana mengusulkan pembangunan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk mengatasi persoalan sampah di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tiga fasilitas tersebut direncanakan berada di TPST Bantargebang, Rorotan, dan Sunter.
Jika seluruh proyek itu berjalan, kapasitas pengolahan sampah diperkirakan bisa mencapai sekitar 6.500 hingga 7.000 ton per hari.
3 Lokasi PLTS Disiapkan
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan pembangunan tiga fasilitas PLTS tersebut kepada pemerintah pusat.
“Yang pertama untuk Bantargebang, untuk pembangkit listrik tenaga sampah, DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan tiga PLTS. Yang pertama di Bantargebang, yang kedua di Rorotan, Jakarta Utara, yang ketiga adalah di Sunter,” ucapnya di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) petang.
Ia merinci, masing-masing fasilitas memiliki kapasitas pengolahan sampah yang berbeda.
Untuk lokasi di Bantargebang, kapasitasnya diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ton sampah per hari.
“Di Bantargebang kurang lebih (kapasitasnya) 3.000 ton per hari, 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang,” ujarnya.
Rorotan dan Sunter Fokus Olah Sampah Baru
Selain Bantargebang, Pemprov DKI juga menyiapkan PLTS di kawasan Rorotan dan Sunter.
Fasilitas di Rorotan direncanakan mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari yang seluruhnya merupakan sampah baru.
“Kemudian untuk Rorotan itu 2.000 ton per hari semuanya adalah sampah baru,” kata Gubernur Pramono.
Sementara itu, proyek PLTS di Sunter diperkirakan dapat mengolah sekitar 2.500 ton sampah baru setiap hari.
“Sedangkan untuk di Sunter, ITF Sunter, kurang lebih 2.500 semuanya adalah sampah baru,” tuturnya.
Target Kurangi Volume Sampah Bantargebang
Pramono menilai pembangunan PLTS di tiga lokasi tersebut dapat membantu mengurangi beban penanganan sampah di Jakarta, termasuk di TPST Bantargebang.
“Maka dengan demikian untuk sampah di Jakarta kalau PLTS ini jalan dan Rorotan jalan, sudah kurang lebih 6.500 sampai 7.000 per hari, sampah itu akan tertampung,” ucapnya.
Ia menambahkan, jika rencana tersebut berjalan, volume sampah yang masuk ke Bantargebang juga akan berkurang setiap harinya.
“Kemudian Bantargebang dikurangi setiap harinya 1.000, saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang,” ujarnya.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Sampah Dari Kepulauan Seribu Sedikit, Kehadiran PSEL Perkuat Pengelolaan Jadi Nol Residu |
|
|---|
| Pansus DPRD DKI Jakarta: Gerakan Pilah Sampah Butuh Dukungan Anggaran |
|
|---|
| Jakarta Darurat Sampah, Politikus PDIP Lantang di Rapat Pansus: Aturan yang Ada Tidak Berdaya Guna |
|
|---|
| Sampah Jakarta Diolah Jadi Listrik, DKI-Danantara Sepakat Bangun 2 PSEL di Tanjung & Bantargebang |
|
|---|
| Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Ini Jenis dan Cara Mengolahnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Gubernur-DKI-Jakarta-Pramono-Anung-saat-ditemui-di-Puskesma.jpg)