Mudik Lebaran 2026

Mudik 2026, 1.554 Titik Jalan Rusak di Jakarta Timur Diperbaiki

Sudin Bina Marga Jakarta Timur melakukan perbaikan jalan rusak atau berlubang jelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
PERBAIKAN JALAN RUSAK - ilustrasi jalan rusak - Kerusakan parah terjadi di Jalan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, seperti terpantau pada Senin (2/2/2026). Sejumlah lubang besar menganga di badan jalan dan membahayakan pengguna jalan. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO). 

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Timur melakukan perbaikan jalan rusak atau berlubang menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi perbaikan jalan rusak yang dilakukan sejak 1-15 Maret 2026.

Rinciannya di Kecamatan Pasar Rebo sebanyak 100 titik, Kecamatan Ciracas 222 titik, Kecamatan Cipayung 69 titik, Kecamatan Kramat Jati 180 titik, Kecamatan Makasar 182 titik.

"Kemudian di Kecamatan Jatinegara 97 titik, Matraman 132 titik, Duren Sawit 134 lokasi, Cakung 209 titik, dan Pulogadung 144 titik," kata Benhard saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Secara keseluruhan tercatat total panjang jalan rusak yang diperbaiki mencapai 3.860,16 meter dengan lebar rata-rata 1,88 meter, serta luasan sekitar 7.256,30 meter persegi.

Dalam proses perbaikan material yang digunakan di antaranya aspal hotmix seluas 6.358,96 meter persegi, cold mix 730,90 meter persegi, serta material scrap 166,44 meter persegi.

"Semoga perbaikan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara, khususnya mereka yang akan mudik melalui wilayah Jakarta Timur," ujar Benhard.

Pasalnya sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur merupakan jalur arteri yang banyak dilintasi pemudik, di antaranya Jalan Raya Kalimalang wilayah Kecamatan Jatinegara hingga Duren Sawit.

Setiap tahunnya saat arus mudik Idulfitri ruas  Jalan Raya Kalimalang yang merupakan jalur arteri menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dilintasi ribuan pemudik.

"Meski ribuan titik sudah diperbaiki penyisiran jalan akan terus dilakukan. Hal ini karena kerusakan jalan bersifat dinamis, terutama setelah hujan deras," tutur Benhard.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved