Idulfitri 2026

Belum Ada Lonjakan Arus Balik, Terminal Lebak Bulus Masih Lengang di H+3 Lebaran 2026

Kondisi di Terminal Lebak Bulus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih terlihat lengang pada H+3 Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026).

Ringkasan Berita:
  • Kondisi di Terminal Lebak Bulus hingga H+3 Lebaran masih lengang, belum terlihat lonjakan penumpang dari luar kota menuju Jakarta.
  • Terminal ini hanya berfungsi sebagai terminal bantuan, sehingga tidak menjadi titik utama kedatangan penumpang seperti terminal besar lainnya di Jakarta.
  • Dalam dua hari terakhir, penumpang yang datang hanya sekitar 200 orang, jauh lebih rendah dibanding saat arus mudik yang bisa mencapai 400–500 orang per hari, bahkan total hingga 3.000 penumpang.

 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Kondisi di Terminal Lebak Bulus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih terlihat lengang pada H+3 Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026).

Belum terlihat adanya lonjakan penumpang dari wilayah luar kota menuju Jakarta melalui terminal ini.

Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni, mengatakan bahwa pergerakan penumpang pada arus balik Lebaran 2026 kali ini cenderung lebih tenang dibandingkan saat arus mudik.

ARUS BALIK LEBARAN 2026 - Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni, saat diwawancarai terkait arus balik Lebaran pada Selasa (24/3/2026).
ARUS BALIK LEBARAN 2026 - Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni, saat diwawancarai terkait arus balik Lebaran pada Selasa (24/3/2026). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

"Situasi di lapangan masih landai ya," kata Joni saat diwawancarai di lokasi.

Joni menjelaskan, Terminal Lebak Bulus yang kini hanya berstatus sebagai terminal bantuan. Hal inilah yang membuat distribusi penumpang tidak sebanyak terminal utama lainnya di Jakarta.

​"Ini kan hanya terminal bantuan ya, yang notabenenya kita melayani pemberangkatan sebenarnya kan. Kita tidak punya pool," ujar dia.

Berdasarkan data yang dihimpun selama dua hari terakhir, jumlah penumpang yang tiba di Terminal Lebak Bulus hanya sekitar 200 orang. 

​Kondisi ini berbanding terbalik saat puncak arus mudik, di mana rata-rata penumpang per hari mencapai 400 hingga 500 orang.

"Selama dua hari ini hanya 200 orang saja. Sedangkan waktu lonjakan kita arus mudik itu, kita hari-hari kan 400 sampai 500. Totalnya itu sampai dengan 2.500 sampai 3.000. Arus baliknya kita sampai hari H+2 ini masih sangat rendah sekali," ungkap Joni.

BERITA TERKAIT

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved