Zebra Cross 'Hilang' di Jaksel, Warga Minta Pemprov Jakarta Serius Perhatikan Hak Pejalan Kaki

Hilangnya zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan perlu menjadi catatan serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta.com/Bima Putra/Bima Putra
SILVI PEJALAN KAKI - Pejalan kaki, Silvi Sailani saat memberikan keterangan di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Hilangnya zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan perlu menjadi catatan serius bagi Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya sudah enam bulan ruas jalan dari arah Tebet menuju Pasar Minggu itu tanpa garis-garis putih hingga membahayakan para pejalan kaki.

Bahkan lantaran tidak kunjung ditangani jajaran Pemprov DKI Jakarta, sejumlah relawan harus turun tangan untuk membuat zebra cross secara mandiri pada ruas Jalan Prof. DR. Soepomo.

Pejalan kaki, Silvi Sailani mengatakan kasus kondisi zebra cross yang hilang atau terputus sebagaimana terjadi pada ruas Jalan Prof. DR. Soepomo sepatunya tidak terjadi.

"Karena saya sebagai pengguna transportasi umum dan sering jalan kaki agak kesusahan kalau misalnya mau menyeberang tapi enggak ada zebra cross-nya," kata Silvi, Jumat (27/3/2026).

Warga berharap Pemprov DKI Jakarta dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap sarana dan prasarana, agar ketika terjadi masalah dapat langsung ditangani.

Tidak dibiarkan berlarut-larut, terlebih sampai harus membuat warga turun tangan memperbaiki secara mandiri sebagaimana kasus di Jalan Prof. DR. Soepomo.

"Kan kita (pejalan kaki) harus menaati peraturan juga, misalnya nyeberang tuh lebih baik di zebra cross biar lebih aman. Sementara kalau zebra cross-nya enggak ada bagaimana," ujarnya.

ZEBRA CROSS TEBET
ZEBRA CROSS TEBET - Zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo yang viral karena kondisinya terputus, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA

Silvi juga meminta Pemprov DKI Jakarta lebih memperhatikan kondisi trotoar, karena banyak trotoar di Jakarta yang kondisinya tidak memadai atau justru diduduki pedagang kaki lima (PKL).

Kondisi ini menyulitkan pejalan kaki, terlebih penyandang disabilitas tunanetra dan tunadaksa pengguna kursi roda yang membutuhkan akses trotoar memadai untuk beraktivitas.

"Kadang di tengah (trotoar) ada pot atau misalnya kepotong. Jadi itu menurut saya sih harus diperbaiki, supaya masyarakat terutama yang difabel tuh bisa menikmati fasilitas Jakarta dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya sebuah video merekam kondisi zebra cross di Jalan Prof. DR. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan yang tidak utuh sehingga membahayakan pejalan kaki viral.

Dalam video tampak zebra cross hanya terdapat pada ruas Jalan Prof. DR. Soepomo dari arah Pasar Minggu ke Tebet, sementara dari arah sebaliknya tidak terdapat zebra cross.

Untuk mengatasi kondisi ini, sejumlah relawan akhirnya berinisiatif membuat zebra cross di lokasi secara mandiri agar tidak membahayakan pejalan kaki dan pengendara yang melintas.

"Bukan cuma dibalikin, tapi dikasih sentuhan (animasi game) pac man biar lebih hidup. Biar nyeberang jadi lebih aman dan jalanan lebih seru dilihat," tulis narasi dalam postingan akun @ijoeel.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved