Rumah Pompa Ancol Ditingkatkan, Pramono Anung: Genangan Harus Berkurang
Demi tangani banjir, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol di Pademangan, Jakarta Utara.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol di Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir, khususnya di wilayah pesisir utara Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyebut pembangunan rumah pompa ini merupakan bagian dari program strategis Pemprov DKI Jakarta, yakni JakTirta Project yang telah dimulai sejak 2025 dan ditargetkan rampung pada 2027.
“Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan 20 rumah pompa dengan 61 unit pompa berkapasitas total mencapai 148 meter kubik per detik. Kami ingin memastikan pembangunan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Pramono.
Ia menjelaskan, pembangunan Rumah Pompa Ancol tidak hanya mencakup bangunan utama, tetapi juga infrastruktur pendukung yang terintegrasi.
Mulai dari bangunan galeri, rumah jaga, gardu PLN, kolam olakan hingga saluran pembuang turut dibangun untuk menunjang sistem tata air secara menyeluruh.
Dengan pembangunan ini, kapasitas pompa di kawasan Ancol meningkat signifikan, dari sebelumnya 15 meter kubik per detik menjadi 40 meter kubik per detik.
“Pembangunan Rumah Pompa Ancol akan menambah kapasitas sebesar 25 meter kubik per detik dari lima unit pompa, masing-masing berkapasitas lima meter kubik per detik. Penambahan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam menangani debit air yang tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas ini bertujuan mempercepat aliran air menuju laut sehingga mampu mengurangi tinggi serta durasi genangan.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari mitigasi banjir rob di kawasan Ancol dan Pademangan.
“Kami ingin memastikan kawasan strategis tetap terlindungi dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Ini merupakan komitmen kami dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir,” pungkasnya.
Sebagai tambahan, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat sistem pengendalian banjir melalui penambahan pompa mobile di lima wilayah kota administrasi.
Pada 2025, sebanyak 29 unit pompa dengan kapasitas 9,175 meter kubik per detik telah ditambahkan.
Sementara pada 2026 direncanakan penambahan 14 unit pompa dengan kapasitas 9,3 meter kubik per detik.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Pramono Komentari Kasus Petugas Damkar Dikeroyok Begal di Cideng Jakarta Pusat, Harap Segera Lapor |
|
|---|
| Strategi Gubernur Pramono Cegah Ancaman Bajir Rob di Utara Jakarta |
|
|---|
| Foto AI Aduan JAKI, Pramono Anung Minta Sanksi Tegas Tidak Hanya Diberikan ke Petugas PPSU |
|
|---|
| Aksi Ganti Pelat Mobil Dinas DKI di Puncak, Pramono Soroti Pengemudi: Beda Tipis Menyesal Atau Tidak |
|
|---|
| 4 Fakta Mobil Dinas DKI Jakarta Terciduk Pakai Pelat Putih di Puncak, Pramono Anung Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Pramono-Anung-tinjau-proyek-pembangunan-pompa-air-di-Ancol.jpg)