Omzet Pedagang Warteg Merosot 20 Persen Imbas Harga Kantong Plastik Naik
Kenaikan harga plastik akibat konflik di Timur Tengah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat omzet pedagang Warung Tegal (Warteg) merosot.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- Omzet pedagang Warteg turun sekitar 10–20 persen akibat kenaikan harga kantong plastik, dari Rp10 ribu menjadi Rp14 ribu per pak.
- Pedagang tidak menaikkan harga makanan karena khawatir menurunkan daya beli pelanggan, meski biaya operasional meningkat.
- Untuk bertahan, pedagang beralih ke plastik lebih tipis dan mengedukasi pelanggan agar memahami kenaikan biaya tersebut.
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kenaikan harga plastik akibat konflik di Timur Tengah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat omzet pedagang Warung Tegal (Warteg) merosot.
Ketua Komunitas Warteg Nusantara, Mukroni mengatakan akibat kenaikan harga kantong plastik tersebut omzet pedagang merosot karena modal dikeluarkan lebih banyak.
Khususnya pedagang Warteg yang mayoritas pelanggannya lebih memilih untuk membungkus pesanan dibandingkan menyantap langsung makanan di tempat.
"Penurunan (omzet) 10-20 persen. Umumnya pedagang Warteg menggunakan kresek ukuran 15, biasanya harga Rp10 ribu sekarang Rp14 ribu," kata Mukroni, Rabu (8/4/2026).
Kenaikan harga kantong plastik ini memberatkan pedagang Warteg, karena meski pengeluaran membengkak tapi mereka tidak bisa menaikkan harga jual makanan.
Pasalnya kenaikan harga jual dikhawatirkan akan memberatkan daya beli pembeli, dan membuat pelanggan beralih ke tempat lain yang harganya dianggap lebih terjangkau.
Di satu sisi pedagang Warteg dalam satu harinya dapat menghabiskan ratusan lembar kantong plastik, terlebih bila banyak pelanggan memilih pesanan makanannya dibungkus.
"Kalau di kawasan seperti Sudirman pelanggan lebih banyak memilih di bungkus. Kalau untuk di posisi pinggiran, pelanggan lebih banyak memilih makan di tempat," ujarnya.
Mukroni menuturkan untuk mempertahankan usahanya para pedagang Warteg kini beralih menghubungi kantong plastik yang lebih tipis, dan harganya lebih murah.
Para pedagang Warteg juga memberikan penjelasan terkait kenaikan harga kantong plastik kepada pelanggan, agar para pembeli memahami masalah dihadapi pedagang Warteg.
"Ini untuk menjaga transparansi dan loyalitas pelanggan. Kadang pelanggan minta plastik tambahan, tapi pelanggan tahu harga mahal jadi dimasukin ke tas yang biasanya ditenteng," tuturnya.
BERITA TERKAIT
- Baca juga: Harga Plastik Meroket Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Nasi Goreng Hingga Pecel Menjerit
- Baca juga: Harga Kedelai dan Plastik Makin Mahal, Perajin Tempe di Sunter Jaya Terpaksa Perkecil Ukuran Produk
- Baca juga: Plastik Meroket, Pedagang Makanan di Jakarta Timur Terjepit Pilih Naikkan Harga atau Rugi
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya