Waspada! Sejumlah Wilayah Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor, Ini Daftarnya
BPBD Jakarta mengingatkan potensi terjadinya gerakan tanah atau longsor di sejumlah wilayah
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan potensi terjadinya gerakan tanah atau longsor di sejumlah wilayah ibu kota selama April 2026.
Potensi ini muncul seiring meningkatnya curah hujan yang dapat memicu pergerakan tanah, terutama di wilayah dengan kondisi geografis tertentu.
Jakarta Selatan dan Timur Masuk Zona Menengah
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta masuk kategori zona menengah potensi gerakan tanah.
Wilayah tersebut meliputi Jakarta Selatan seperti Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, hingga Pesanggrahan. Sementara di Jakarta Timur, potensi serupa terdapat di Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, menjelaskan bahwa potensi ini disusun berdasarkan analisis tumpang susun antara peta kerentanan tanah dan prakiraan curah hujan dari BMKG.
“Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG,” ujarnya dikutip Senin (20/4/2026).
Risiko Meningkat Saat Hujan di Atas Normal
Pada zona menengah, potensi longsor dapat terjadi jika curah hujan berada di atas normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, atau tebing jalan. Risiko juga meningkat jika lereng mengalami gangguan.
Sementara itu, pada zona tinggi, potensi longsor jauh lebih besar.
Kondisi ini dapat memicu pergerakan tanah baru maupun mengaktifkan kembali longsoran lama.
“Daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” ujarnya.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh pihak, mulai dari lurah, camat, hingga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan tinggi.
Langkah antisipasi dinilai penting guna meminimalisir risiko bencana, terutama di wilayah rawan.
“Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” tuturnya.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
longsor
| KAI Minta Maaf, KA Ciremai Tertahan Akibat Longsor di Jalur Maswati–Sasaksaat |
|
|---|
| Alat Berat Dikerahkan Tangani Longsor Turap Kali Baru di Kramat Jati Jaktim |
|
|---|
| FOTO Longsor Turap Kali Baru Jaktim Bikin Ambruk Tempat Percetakan |
|
|---|
| Hujan Lebat, Tempat Percetakan di Kramat Jati Ambruk Terdampak Longsor Turap Kali Baru |
|
|---|
| Gunung Sampah Bantargebang Longsor, DPRD Minta Jakarta Ubah Total Pengelolaan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/TEMPAT-PERCETAKAN-AMBRUK-longsor-turap-Kali-Baru.jpg)