JPO Karet Sudirman Amblas, Pramono Jamin Aduan Warga di Medsos Segera Ditindaklanjuti

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aduan warga yang masuk lewat media sosial bakal segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Tayang:
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra/Elga Hikari Putra
JPO PINISI - Usai mencelakai pengguna Transjakarta, area lantai papan di jembatan penyeberangan orang (JPO) Karet Sudirman, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026) siang sudah diberi tanda. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan aduan warga yang masuk lewat media sosial bakal segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Pramono menyusul banyaknya aduan masyarakat yang viral di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satunya terkait aduan warganet yang nyaris celaka saat melintas di JPO Phinisi atau Karet Sudirman karena papan kayu yang diinjaknya tiba-tiba ambles.

Pemprov DKI Terbuka dengan Kritik dan Masukan

Pramono bilang, Pemprov DKI terbuka dengan seluruh kritik maupun aduan dari masyarakat yang disampaikan lewat berbagai kanal aduan resmi, seperti aplikasi JAKI.

“Setiap ada laporan masyarakat, baik itu melalui JAKI atau laporan langsung melalui kanal yang dimiliki Pemerintah DKI Jakarta, tentu pemerintah ingin segera hadir untuk menyelesaikan itu,” ucapnya di Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Bahkan, ia juga menegaskan bahwa Pemprov DKI juga tidak akan menutup diri pada laporan atau aduan yang disampaikan lewat media sosial.

Janji Segera Tindak Lanjut Laporan Warga

Pramono pun menjanjikan bakal langsung menindaklanjuti setiap aduan maupun laporan yang masuk.

“Persoalan di lapangan begitu kompleks dan sekarang juga eranya adalah era sosial media, sehingga dengan demikian, masukan, saran, kritik bagi Pemerintah DKI Jakarta akan kami tangani,” ujarnya.

JPO Langsung Diperbaiki

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com di lapangan, JPO tersebut kini sudah ditambal sementara.

Titik lubang di JPO yang dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu kini ditandai dengan tiang antrean yang diikat sehingga tak bisa dilalui pejalan kaki yang hendak atau keluar dari Halte Transjakarta Karet Sudirman.

Bagian yang bolong saat ini sudah tidak terlihat lagi karena sudah ditambal meski tampak secara kasat mata bukan tambalan permanen.

 

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved