Kebakaran di Kemayoran Jakpus

Disdik DKI Buka Posko Pengurusan Ijazah dan Dokumen Pendidikan Bagi Korban Kebakaran Kemayoran

Disdik DKI membuka posko layanan khusus membantu warga korban kebakaran Kebon Kosong,yang kehilangan dokumen pendidikan akibat musibah itu.

Tayang: | Diperbarui:
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
KEBAKARAN KEMAYORAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat mengunjungi lokasi pengungsian korban kebakaran di Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta membuka posko layanan khusus untuk membantu warga korban kebakaran di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang kehilangan dokumen pendidikan akibat musibah tersebut.

Posko tersebut disiapkan untuk memfasilitasi pengurusan berbagai dokumen pendidikan penting, mulai dari ijazah hingga berkas sekolah lainnya yang ikut hangus terbakar.

Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, langkah itu dilakukan agar anak-anak yang terdampak kebakaran tidak mengalami hambatan dalam melanjutkan pendidikan.

“Anak-anak juga kan kita buka posko bagi yang dokumen-dokumen pendidikannya seperti ijazah. Kan harus ada laporan, nah kita buka posko untuk kita bantu diteruskan ke pihak terkait,” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Data Siswa Terdampak Masih Didata

Selain membuka layanan pengurusan dokumen, Disdik DKI juga terus melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak kebakaran.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing anak, termasuk kemungkinan kehilangan dokumen sekolah, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan mengikuti kegiatan akademik di sekolah.

“Betul, itu sudah dilakukan. Sedang didata oleh tim kami,” ujarnya.

Menurut Nahdiana, meski bangunan sekolah tidak terdampak kebakaran, banyak siswa yang kehilangan tempat tinggal dan berbagai dokumen penting akibat peristiwa tersebut.

Pastikan Anak-anak Tetap Bisa Sekolah

Disdik DKI memastikan penanganan tidak hanya berfokus pada administrasi pendidikan semata, tetapi juga memastikan proses belajar siswa tetap berjalan normal pascakebakaran.

Karena itu, pihaknya menyiapkan berbagai bentuk bantuan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas di sekolah tanpa kendala.

“Concern-nya Pak Gub, Pak Wagub itu kan gimana anak-anak itu tidak terkendala kembali untuk belajar. Bukan hanya sekadar ujiannya, psikisnya, lalu misalkan bukunya, seragamnya, itu sedang kami siapkan,” kata Nahdiana.

Ia menambahkan, Disdik DKI juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan dan kolaborator pemerintah, guna mempercepat pemulihan kebutuhan pendidikan para korban.

Dengan adanya posko tersebut, warga yang kehilangan dokumen pendidikan akibat kebakaran diharapkan dapat segera memperoleh bantuan sehingga hak pendidikan anak-anak tetap terjaga.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved