Hadapi Defisit APBD DKI, Suhud Alynudin Minta Pemprov Cari Sumber Pendanaan Baru

Pemprov DKI Jakarta saat ini harus melakukan efisiensi anggaran menyusul kondisi APBD yang mengalami defisit pada tahun berjalan.

Tayang:
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar/Yusuf Bachtiar
SIASATI DEFISIT APBD - Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mendorong Pemprov DKI Jakarta segera mencari sumber pendanaan baru untuk menutupi defisit APBD. Senin (8/6/2026). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta yang baru dilantik, Suhud Alynudin, memastikan anggaran yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat tidak akan menjadi sasaran pemangkasan meski kondisi keuangan daerah tengah menghadapi tantangan.

Suhud mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini harus melakukan efisiensi anggaran menyusul kondisi APBD yang mengalami defisit pada tahun berjalan.

"Memang anggaran pembangunan di Jakarta untuk tahun berjalan ini juga defisit. Defisitnya juga cukup besar yang mengharuskan Pemprov DKI melakukan efisiensi terhadap anggaran yang ada," kata Suhud usai dilantik sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6/2026). 

Meski demikian, politikus PKS itu menegaskan DPRD akan mengawal agar efisiensi tidak menyentuh program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, anggaran untuk sektor kesejahteraan harus tetap menjadi prioritas di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik.

"Tetapi kami dari dewan ingin memastikan bahwa tidak ada pemotongan terhadap anggaran yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Itu kita pastikan tidak ada pemotongan, tidak ada pengurangan," ujarnya.

Suhud menjelaskan, efisiensi sebaiknya dilakukan pada pos-pos anggaran yang tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pembangunan maupun pelayanan masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar program-program prioritas tetap berjalan optimal.

"Efisiensi itu diharapkan pada hal-hal yang sifatnya tidak terlalu signifikan untuk mendorong pembangunan," ucapnya.

Selain mengawal efisiensi anggaran, Suhud juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mencari sumber pembiayaan alternatif guna memperkuat kemampuan fiskal daerah.

Ia menilai Jakarta memiliki banyak peluang pendanaan yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Karena itu, Suhud menjadikan skema creative financing sebagai salah satu solusi yang akan didorong DPRD dalam pembahasan anggaran ke depan.

"Kita mendorong Pemprov melakukan creative financing. Karena banyak potensi, banyak peluang pendanaan yang perlu dielaborasi, perlu dikerjasamakan dengan pihak lain, sehingga itu menjadi sumber pemasukan bagi DKI," katanya.

Menurut Suhud, ketergantungan terhadap sumber pendapatan konvensional perlu mulai dikurangi agar pembangunan Jakarta tetap berjalan meski kondisi ekonomi sedang mengalami tekanan.

"Nah ini yang saya akan dorong betul creative financing ini agar tidak hanya mengandalkan sumber pendanaan yang rutin dilakukan oleh Pemprov DKI," pungkasnya.

Berita terkait

 

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved