Viral di Media Sosial
Run to Work Ekstrem, Guru di Bojonegoro Ini Tempuh 4 Km dengan Lari Pace 3 Setiap Hari
Alih-alih menggunakan sepeda motor, ia memilih berlari sejauh 4 kilometer menuju sekolah tempatnya mengajar setiap hari.
TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang guru olahraga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah menjalani kebiasaan berangkat kerja tak biasa.
Alih-alih menggunakan sepeda motor, ia memilih berlari sejauh 4 kilometer menuju sekolah tempatnya mengajar setiap hari.
Bahkan, kecepatannya berlari pun di atas rata-rata dengan pace 3.
Sosok tersebut adalah Ahmad Zaki Febiansyah (34), pengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMP Negeri Kasiman.
Ia memulai kebiasaan "run to work" dari rumahnya di Kecamatan Padangan menuju sekolah di Kecamatan Kasiman.
Dalam video vlog yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Zaki terlihat berangkat mengenakan pakaian dinas harian (PDH) berwarna cokelat.
Dengan tempo lari yang konsisten, ia mampu menempuh jarak sekitar 4 kilometer hanya dalam waktu 15 menit 40 detik.\
Zaki mengaku, kebiasaan tersebut bukan sekadar olahraga, tetapi juga bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi yang dicanangkan pemerintah.
Ia memilih berlari sebagai alternatif transportasi karena dinilai lebih menyehatkan sekaligus ramah lingkungan.
"Saya rasa berlari juga salah satu olahraga yang bisa saya lakukan ketika berangkat kerja, sekaligus memberikan contoh yang baik soal menjaga kesehatan," ujar Zaki, Rabu (1/4/2026), dikutip dari TribunJatim.
Diketahui, pemerintah daerah setempat sebelumnya mengimbau aparatur sipil negara (ASN) yang tinggal dalam radius tertentu untuk menggunakan moda transportasi hemat energi, seperti sepeda.
Namun, Zaki memilih berlari karena sesuai dengan latar belakangnya sebagai guru olahraga.
Aktif di dunia lari
Bukan tanpa alasan, Zaki memang dikenal aktif di dunia lari. Ia telah mengikuti berbagai kejuaraan dan mengoleksi sekitar 75 medali dari sejumlah event.
Selain mengajar, ia juga melatih atlet-atlet muda di daerahnya.
Lebih dari sekadar rutinitas pribadi, Zaki berharap kebiasaannya dapat menginspirasi siswa dan rekan guru untuk tetap menjaga kebugaran di tengah aktivitas sehari-hari.
Aksi uniknya pun mulai mendapat respons positif di lingkungan sekolah.
Beberapa guru disebut tertarik untuk mencoba kebiasaan serupa.
Bahkan, Zaki berencana mengajak rekan guru lainnya untuk ikut berlari bersama ke sekolah pada hari-hari berikutnya.
"Semoga ini bisa menjadi hal positif untuk pegawai lainnya. Senin nanti saya juga akan lari lagi bersama teman guru Bimbingan Konseling (BK)," pungkasnya.
Berita terkait
- Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Yogya, Pembalap Korban Tabrak Lari Saat Bersepeda, Punya Prestasi Gemilang
- Baca juga: Komunitas Freerunners Bandung Viral Bagi-bagi Bir Gratis, Pelari Rekreasional: Tidak Etis
- Baca juga: 5 Fakta di Balik Gugurnya Dua Pelari Berpengalaman di Siksorogo Lawu Ultra 2025
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Cerita Pilu Korban ke Ibunya Soal Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogya, Polisi: Tak Manusiawi |
|
|---|
| Awal Mula Terungkapnya Kekejaman Daycare Little Aresha Yogyakarta, Mantan Karyawan Jadi Pahlawan |
|
|---|
| Cekcok di KRL Jakarta-Bogor Penumpang Teriak Diduga Dilecehkan, KAI Ungkap Duduk Perkara |
|
|---|
| Jalan Sudirman Amblas Viral di Media Sosial, Diduga Terkait Bekas Proyek Pipa Limbah |
|
|---|
| Petugas Imigrasi Jaksel Curigai Pelayan Warteg Diajak Pria Nigeria ke India: Baru Kenal 2 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/LARI-KE-SEKOLAH-Seorang-guru-olahraga-di-Kabupaten-Bojonegoro222.jpg)