KBRI Tunis Bahas Buku “Api Islam Bung Karno” di Pameran Buku Tunisia
KBRI untuk Tunisia menggelar Diskusi Buku "Api Islam Bung Kurno" di Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 (2/5) Elkram.
TRIBUNJAKARTA.COM - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tunisia menggelar Diskusi Buku "Api Islam Bung Kurno" di Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 (2/5) Elkram, Tunis, Tunisia.
Diskusi ini menghadirkan Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, bersama cendekiawan Tunisia, Muhammad Haddad.
Dalam pameran ini, Indonesia sebagai Tamu Kehormatan.
Zuhairi menegaskan, pemikiran Api Islam yang disampaikan Bung Karno telah menuntun Indonesia menjadi negara yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
"Bung Karno sebagai Bapak Proklamator Bangsa telah melahirkan gagasan besar, yaitu Api Islam. Pemikiran ini masih relevan hingga sekarang ini, dan berhasil memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Bung Karno mengajarkan dan mengajak bangsa Indonesia agar memahami ajaran Islam yang berkemajuan dan rasional, sehingga umat Islam dalam berperan besar dalam membangun peradaban Indonesia", ujar Duta Besar Republik Indonesia lulusan Universitas, Kairo, Mesir.
Zuhairi menambahkan, bahwa pemikiran Api Islam Bung Karno mendapatkan sambutan luas di dunia Islam, karena mampu menjadikan Islam sebagai agama yang mempersatukan bangsa, bahkan dapat menjadi elan mewujudkan perdamaian dunia.
"Pemikiran Api Islam Bung Karno mendapatkan sambutan luas di dunia Islam, karena Islam berhasil menjadi perekat di antara umat Islam, dan juga mempersatukan warga bangsa. Puncaknya, pemikiran Api Islam Bung Karno dapat mewujudkan perdamaian dunia. Sebab Islam berkemajuan bertujuan memanusiakan manusia dan berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial", pungkasnya.
Sementara Muhammad Haddad menyampaikan, bahwa Bung Karno merupakan sosok pemikir besar yang berjuang untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Pemikiran keislamannya berhasil membangun kebangsaan Indonesia.
"Bung Karno adalah sosok pemikir besar, karena membaca karya-karya besar dari pemikir besar dan menguasai berbagai bahasa. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah Pidato Pancasila 1 Juni 1945 merupakan pemikiran besar, karena menjadikan kebangsaan sebagai pilar utama", ujarnya.
Berita terkait
- Baca juga: Buku "Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita" Karya Gus Dur Dibedah di Tunisia
- Baca juga: KBRI Tunis Gelar Diskusi Buku "Jakarta: Jantung Kota Indonesia Yang Selalu Menyala" di Pameran
- Baca juga: POTRET KBRI Tunis Promosikan Kopi Indonesia di Pameran Kopi Terbesar Tunisia
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| KBRI Tunis Gelar Diskusi Buku "Jakarta: Jantung Kota Indonesia Yang Selalu Menyala" di Pameran |
|
|---|
| “Gerbang Pintu Timur” Dipamerkan, Dubes Zuhairi Misrawi Dorong Mahasiswa Tunisia Kuliah di Indonesia |
|
|---|
| KBRI Tunis Gelar Diskusi Buku Dialog Santai dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 |
|
|---|
| H-1 Persija Jakarta Vs Persis Solo: Head to Head, Prediksi Susunan Pemain dan Skor |
|
|---|
| Persija Jakarta Vs Persis Solo: Head To Head, Macan Kemayoran Wajib Waspada, Lawan On Fire! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/DISKUSI-BUKU-Cendekiawan-Muhammad-Haddad-saat-men.jpg)