Pesta Bola 2026
Pramono Setia Jagokan Brasil, Tapi Ramal Tim Eropa Juara Piala Dunia 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung masih mengikuti perkembangan sepak bola dunia di tengah kesibukannya. Ia menjagokan Brasil di Piala Dunia 2026.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tinggal hitungan jam, pesta sepak bola terbesar di dunia akan segera dimulai.
Piala Dunia 2026 siap bergulir dan jutaan pasang mata di berbagai penjuru dunia akan terpecah mendukung negara favoritnya masing-masing.
Tak terkecuali Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ternyata masih mengikuti perkembangan sepak bola dunia di tengah kesibukannya.
Ketika ditanya awak media soal tim yang dijagokannya di Piala Dunia 2026, jawabannya keluar tanpa perlu berpikir lama.
Negara dengan lima gelar juara dunia itu rupanya masih menjadi tim favorit Pramono sejak dulu.
“Terus terang, setiap piala dunia saya sebenarnya selalu mendukung Brasil,” ucapnya sambil tersenyum, Kamis (11/6/2026).
Dukungan itu bukan sekedar karena nama besar Tim Samba. Ada alasan khusus yang membuatnya optimis terhadap Brasil kali ini.
Carlo Ancelotti Jadi Pembeda
Menurut Pramono, Brasil saat ini sedang memasuki babak baru.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern mereka, tim nasional Brasil ditangani pelatih asing sekelas Carlo Ancelotti, sosok yang dikenal sukses bersama sejumlah klub elit Eropa.
Bagi Pramono, kehadiran Ancelotti bisa membawa warna berbeda bagi permainan Brasil.
“Kenapa saya mendukung Brasil? Pertama, tradisi sepak bolanya memang luar biasa. Yang kedua, baru kali ini Brasil dilatih oleh pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti,” ujarnya.
Di atas kertas, Brasil juga masih dihuni banyak pemain kelas dunia.
Nama-nama seperti Neymar, Casemiro, Raphinha, Alisson hingga Bruno Guimarães tetap menjadi andalan.
Namun, menurut Pramono, kekuatan Brasil kali ini bukan terletak pada satu sosok bintang.
Tak Lagi Bergantung pada Satu Superstar
Pramono melihat ada perubahan mendasar dalam skuad Brasil saat ini.
Jika pada era sebelumnya permainan Brasil kerap berpusat pada satu pemain, kini kekuatan mereka justru tersebar merata di semua lini.
“Menurut saya, baru kali ini mereka tidak terlalu bergantung pada satu bintang besar,” katanya.
Ia lalu mengenang bagaimana Brasil pada masa lalu selalu identik dengan sosok superstar yang menjadi pusat perhatian.
Mulai dari Ronaldo, Ronaldinho hingga Neymar.
“Selama ini kelemahan Brasil adalah selalu memiliki satu bintang besar yang menjadi pusat permainan, apakah itu Ronaldinho, Ronaldo, dan sebagainya. Termasuk Neymar pada periode yang lalu,” kata Pramono.
Karena itu, ia menilai skuad Brasil saat ini justru lebih berbahaya.
“Sekarang yang bermain benar-benar sebuah skuad yang secara fisik dan talenta sangat baik, bukan hanya mengandalkan satu bintang besar,” ucapnya.
Hati Memilih Brasil, Logika Memilih Eropa
Meski begitu, antara harapan dan prediksi ternyata berbeda.
Sebagai penggemar Brasil, Pramono tentu berharap tim kesayangannya mampu mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 2002.
“Mudah-mudahan Brasil berhasil, karena sudah terlalu lama tidak menjadi juara,” katanya.
Namun ketika berbicara soal prediksi, Pramono memilih realistis.
Menurutnya, negara-negara Eropa masih menjadi kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
“Walaupun, prediksi saya, yang akan menjadi juara tetap tim dari Eropa,” ujar Pramono.
Saat disebut soal Portugal sebagai salah satu kandidat juara, Pramono tidak menampiknya.
“Ya, Portugal juga sedang memiliki banyak pemain bagus,” katanya.
Jadi, jika hati Pramono berada di pihak Brasil, maka nalurinya sebagai pengamat sepak bola justru mengarah ke Eropa.
Dan seperti jutaan penggemar sepak bola lainnya, ia kini hanya bisa menunggu apakah Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung kebangkitan Brasil atau kembali menjadi milik negara-negara Eropa.
Berita Lainnya
Baca juga: Efek Pertamax Naik, Pemijat Tunanetra Kehilangan Pelanggan Hingga Terbebani Sewa Kontrakan
Baca juga: Proyek Galian di Cilandak Meledak hingga 2 Pekerja Terluka, Polisi Periksa Saksi dari PDAM
Baca juga: 2 Pekerja Terluka Insiden Proyek Galian Meledak di Cilandak, Polisi Periksa Saksi dari PDAM
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/PRAMONO-TANGGAPI-PRABOWO-SOAL-BLUSUKAN-KE-PINGGIR-REL.jpg)